Ekonomi dan Bisnis

Tiket Pesawat Mahal, Pusat Oleh-oleh di Banjarmasin Cenderung Sepi

Masih melambungnya tarif Surat Muatan Udara (SMU) dan diberlakukannya bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan, mempengaruhi penjualan

Tiket Pesawat Mahal, Pusat Oleh-oleh di Banjarmasin Cenderung Sepi
banjarmasinpost.co.id/mariana
Sejumlah konsumen berbelanja di Toko Oleh-oleh Andalas Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih melambungnya tarif Surat Muatan Udara (SMU) dan diberlakukannya bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan, mempengaruhi penjualan produk khas Kalimantan Selatan (Kalsel) di beberapa pusat oleh-oleh di Banjarmasin.

Toko oleh-oleh Andalas yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Pasar Lama misalnya, mengalami penjualan yang stagnan bahkan cenderung menurun sejak beberapa waktu lalu.

"Pelanggan selalu ada datang untuk berbelanja, namun mereka membelinya terbatas dalam jumlah yang sedikit, nanti beli lagi sedikit-sedikit, jadi tidak bisa langsung banyak mengingat bagasi sekarang berbayar," ujar Karyawan Toko Andalas, Herlisa kepada Banjarmasinpost.co.id.

Kendati tidak dapat mempersentasikan penurunan, tapi dia merasakan penurunan penjualan.

Baca: Amarah Kriss Hatta Usai Diteriaki Nikita Mirzani, Tujuan Billy Syahputra dan Hilda Vitria di Sidang?

Baca: Melahirkan Banyak Anak Kembar, Perempuan Uganda Ini Kini Punya 44 Anak yang Dirawatnya Sendiri

Baca: Pengakuan Mengejutkan Nissa Sabyan Tentang Sosok Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ingin Berhijab?

Baca: Pengakuan Mengejutkan Nissa Sabyan Tentang Sosok Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Ingin Berhijab?

Sebab pembeli relatif selektif sesuai proritas pembelian.

Diterapkannya bagasi berbayar, sebagian besar konsumen meminta karyawan untuk menimbangkan barang belanjaan mereka.

"Karena mereka takut kelebihan bagasi, jadi saat ini banyak yang minta timbangkan pembeliannya," imbuhnya.

Kuliner yang paling diminati di tempat ini yakni Amplang seharga mulai Rp 9500-48.000, Amplang merk Melan Rp 65.000 per setengah kg dan Saluang seharga Rp 45.000 per 2 ons.

Sementara itu, Pemilik B-Banjar, Budianto, yang menyediakan souvenir khas Bumi Lambung Mangkurat juga merasakan penurunan penjualan.

"Saat ini penjualan relatif sepi, karena kami tidak jual oleh-oleh makanan ditambah pemberlakuan bagasi berbayar, penurunannya sekitar 60 persen," tukasnya.

Sementara itu, pebisnis UMKM, Fransisca Chandrawati Oedi juga mengeluhkan mahalnya tiket pesawat yang berimbas pada naiknya ongkos kirim

"Bagi kami pelaku UMKM tentu menjadi kendala di bisnis kami. Berbagai cara kami lakukan untuk menyiasati agar barang yang dikirim menjadi ringan, di antaranya pembungkus kardus bisa diganti plastik atau kertas lainnya yang lebih ringan," kata dia.

Memproduksi kuliner abon haruan dan sambal goreng ikan asin, Fransisca kerap menerima orderan dari luar kota, di antaranya Surabaya.

Karena itu, dia berharap ongkos kirim dapat normal kembali.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved