Ekonomi dan Bisnis

Apersi Kalsel Sebut Kenaikan Tanah di Kalsel Capai 2 Kali Lipat Selama Lima Tahun Terakhir

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR telah membahas mengenai peraturan tentang kenaikan harga rumah subsidi

Apersi Kalsel Sebut Kenaikan Tanah di Kalsel Capai 2 Kali Lipat Selama Lima Tahun Terakhir
Banjarmasin Post Group
Contoh rumah bersubsidi desain minimalis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR telah membahas mengenai peraturan tentang kenaikan harga rumah subsidi akan diselesaikan pada April 2019.

Pembahasan regulasi itu melibatkan tiga kementerian, yaitu Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Namun, penetapan kebijakan harga baru rumah subsidi masih menunggu persetujuan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Wacananya di wilayah Kalsel, bakal mengalami kenaikan paling tinggi sebesar tujuh persen dari yang berlaku saat ini.

Ketua Ketua Bidang Perizinan dan Pertanahan, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Fikri akui memang sudah mendengar isu mengenai regulasi tersebut.

"Sudah tahu wacana sejak Januari, andaikan memang terealisasi kenaikan tersebut kami selaku pengembang turut mendukung adanya hal tersebut," ucap Fikri kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (28/4/2019).

Baca: Bukan Natasha Wilona, Verrell Bramasta Justru Rayu Anak Ashanty & Anang Hermansyah, Aurel Hermansyah

Baca: Respons Mengejutkan Nagita Slavina Saat Ayah Rafathar, Raffi Ahmad Terbaring Lemah, Belanja?

Baca: Nikita Mirzani Melahirkan Bayi Laki-laki, Ini Sosok yang Mengazani Putra Dipo latief

Baca: Kisah Mantan Koki Kerajaan Apa yang Dilakukan Putri Diana di Ulangtahun ke-13 Pangeran William

Alasannya, lantaran kenaikan harga tanah yang saat ini sudah tidak bisa dikendaikan lagi dibarengi adanya kenaikan harga bahan bangunan, yang mana selaku developer harus mengikuti spesifikasi kimpraswil 403 tahun 2002 yang di tetapkan oleh Kementerian PUPR.

"Harga tanah dalam lima tahun terakhir ini mengalami kenaikan sangat drastis hampir 2 kali lipat untuk harga di dekat dengan pusat kota Banjarmasin. Kalau untuk daerah pinggiran agak jauh dari pusat kota kenaikan hanya berkisar 50 persen sampai dengan 80 persen saja," imbuh dia.

Demi mengantisipasi hal itu, pihaknya mengembangkan lahan yang berlokasi agak jauh dari pusat kota.

Apabila tidak membeli lahan di daerah pinggiran kota, dikatakannya rumah subsidi untuk masyarakat MBR tidak akan bisa beroperasi.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved