Ekonomi dan Bisnis

Masih Gunakan Lahan Lama, Developer di Kalsel Tetap Beroperasi Hingga Terbit Regulasi Baru

Terkait adanya 5.000 pengembang rumah untuk MBR berhenti beroperasi di Pulau Jawa, ternyata tidak turut terjadi di Kalimantan Selatan

Masih Gunakan Lahan Lama, Developer di Kalsel Tetap Beroperasi Hingga Terbit Regulasi Baru
Istimewa/Muhammad Fikri
Contoh perumahan oleh salah satu developer di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terkait adanya 5.000 pengembang rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berhenti beroperasi di Pulau Jawa, ternyata tidak turut terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel)

Diungkapkan Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Royzani Sjachril menuturkan, sejumlah developer di banua khususnya rumah bersubsidi masih tetap beroperasi.

"Belum berimbas di Kalsel, sebab masih belum ada pembebasan lahan baru. Developer masih gunakan lahan lama. Jika ada pembebasan lahan kemungkinan berhenti sementara hingga disahkannya regulasi baru," jelas Roy kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Kalsel Dapat Tambahan Kuota Haji, Imigrasi Siap Melakukan ini

Baca: Ini Jadwal Baru Persib Bandung vs Borneo FC Leg Kedua Perempatfinal Piala Indonesia 2018

Baca: Lokasi & Waktu Resepsi Pernikahan Syahrini & Reino Barack Diungkap Hotman Paris, Live di SCTV?

Terkait rencana dinaikkannya harga jual di Kalsel sebesar tujuh persen, diakuinya, REI Kalsel akan mengikuti peraturan yang diberlakukan. Namun, pada kenyataannya di lapangan, developer harus menyesuaikan dengan pangsa pasar.

"Mereka kemungkinan juga tidak langsung menaikkan harga baru kecuali posisinya sangat strategis dalam kota atau dekat dengan pusat kota. Untuk wilayah yang berada di pinggiran atau jauh dari kota tentunya developer akan berpikir dulu pangsa pasarnya seperti apa tidak serta merta langsung menaikkan harga," tandasnya.

Hal itu karena akan berpengaruh kepada permintaan debitur, debitur juga akan berpikir harga jual naik kemungkinan angsuran juga akan naik kecuali dp nya diperbesar, juga memperhatikan penghasilan dari para debitur mencukupi membayar angsuran perbulan.

Naiknya harga jual KPR turut dilandasi faktor naiknya harha tanah. Roy mengungkapkan, dibandingkan 5 tahun lalu kenaikan harga tanah sudah mencapai 150 persen. Di wilayah Banjarmasin dibanderol Rp 300.000 ke atas, sedangkan Banjarbaru berada di kisaran Rp 200.000.

"Terutama Kota Banjarbaru yang akan dikembangkan sebagai aero city diintegrasikan dengan keberadaan bandara, dan pusat pemerintahan Kalsel sehingga membuat harga tanah di Kalsel naik luar biasa," imbuhnya.

Baca: Mobil Mewah, Pulau Pribadi hingga Karya Seni, ini Cara Orang Terkaya Dunia Membelanjakan Kekayaannya

Baca: Komisi IV DPRD Kalsel Berharap Pihak Ketiga Ikut Bantu Program Bedah Rumah

Hampir seluruhnya developer di Kalsel masih beroperasi, untuk di Banjarmasin faktor tutupnya pengembang didasarkan pada faktor ekonomi yang mana umumnya menengah ke atas lahannya sudah habis sehingga tidak bisa membangun lagi.

Sementara itu, Ketua Ketua Bidang Perizinan dan Pertanahan, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Fikri mengatakan, sebanyak 25 pengembang anggota apersi sudah tidak aktif beroperasi lagi.

"Karena banyaknya ready stok yang belum terjual dan juga faktor lahan yang kehabisan," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved