Berita Tanahlaut

Parningsi Sulap Bungkus Kopi Jadi Rupiah di Tanahlaut, Tasnya Bisa Dibawa Jalan-jalan ke Mal

BAGI umumnya orang, bungkus bekas kopi kemasan (sachet) hanya jadi sampah. Tapi, di tangan Parningsih limbah plastik itu bisa menjadi rupiah.

Parningsi Sulap Bungkus Kopi Jadi Rupiah di Tanahlaut, Tasnya Bisa Dibawa Jalan-jalan ke Mal
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Parningsih (kanan) dan Ika memperlihatkan produk daur ulang limbah mereka 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - BAGI umumnya orang, bungkus bekas kopi kemasan (sachet) hanya jadi sampah. Tapi, di tangan Parningsih limbah plastik itu bisa menjadi rupiah.

Itulah kreativitas perempuan 52 tahun warga Desa Bumijaya Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanahlaut ini. Bersama beberapa perempuan lain di kampungnya, Parningsih mendaur ulang bungkus bekas kopi instan menjadi barang berharga.

Bentuk produknya beragam. Di antaranya tas jinjing, tikar, taplak meja dan sajadah. Seluruhnya cuma berbahan bungkus bekas kopi instan, tak ada bahan tambahan lainnya.

Perajut antarbungkus kopi cuma mengandalkan teknik merangkai yang sederhana. Namun kekuatannya lumayan.

"Ya kalau sekitar tiga kilogram barang yang dibawa, masih kuat lah," ucap Parningsih, Jumat (26/4/2019).

Desain tas karya tangannya cukup ciamik. Tampilannya tak kalah dengan tas jinjing elegan yang kerap dibawa kalangan ibu pergi ke acara arisan, jalan-jalan ke mal atau lainnya.

Baca: Link Live Streaming SCTV Akad Pernikahan Irish Bella - Ammar Zoni Cinta Suci Minggu (28/4)

Lumayan banyak bungkus bekas kopi instan yang dibutuhkan untuk membikin satu unit tas tersebut yakni 150-200 bungkus. Sedangkan untuk membikin tikar ukuran 1x0,5 meter persegi perlu 680 bungkus. Begitu halnya untuk bikin sajadah juga perlu ratusan bungkus.

Tak sembarangan bungkus kopi yang bisa dirajut menjadi barang-barang bernilai rupiah tersebut. "Motongnya tak boleh miring apalagi di tengah. Memotongnya di bagian atas kemasan kopi, sejajar atau lurus. Kalau miring tak bisa dipakai," tutur Parningsih.

Anggota Bank Sampah Bersih Indah merajut bungkus bekas kopi instan menjadj sajadah.
Anggota Bank Sampah Bersih Indah merajut bungkus bekas kopi instan menjadj sajadah. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Itu sebabnya kemasan atau bungkus kopi instan dihimpun Purningsih dari kalangan anggotanya di Bank Sampah Bersih Indah, Desa Bumijaya. Selain itu dari warung-warung yang ada di kampungnya.

Kalangan pemilik warung yang menjadi langganan Parningsih telah diedukasi tentang tata cara memotong kemasan kopi instan. Ia menyediakan tempat khusus yang dititipkan di warung sebagai wadah kemasan bekas kopi tersebut.

Halaman
123
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved