Ekonomi dan Bisnis

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Melambat, Utang Pemerintah Rentan Membengkak, Capai Rp 4.567,31 triliun

Hutang Pemerintah Pusat terus membengkak. Kondisi ini, bakal diperburuk dengan melambatnya pertumbuhan pendapatan dari sektor pajak.

Pertumbuhan Penerimaan Pajak Melambat, Utang Pemerintah Rentan Membengkak, Capai Rp 4.567,31 triliun
THE AFRICA CHANNEL
ilustrasi utang luar negeri 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Hutang Pemerintah Pusat terus membengkak. Kondisi ini, bakal diperburuk dengan melambatnya pertumbuhan pendapatan dari sektor pajak.

Dilansir dari Kompas.com, hingga akhir kuartal-I 2019, Kementerian Keuangan mencatat total nilai utang (outstanding) pemerintah pusat mencapai Rp 4.567,31 triliun. Jumlah tersebut, belum termasuk hutang BUMN.

Posisi utang pemerintah tersebut tumbuh 10,4 persen dibandingkan posisi Maret 2018 yang sebesar Rp 4.136,39 triliun.

Baca: Ammar Zoni Akui Kesalahannya, Irish Bella Kaget Ijab Kabul harus Diulang, Saya Kaget Dia Salah

Baca: Tabrak Jembatan Mahakam, Syahbandar Tahan Ponton Pengangkut Kayu, Begini Kronologis Versi Polisi

Baca: VIDEO Jelang MotoGP Spanyol 2019, Performa Motornya Oke, Dovizioso Optimis Raih Podium

Di periode yang sama, pendapatan pajak dalam negeri hanya tumbuh 1,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 248,98 triliun. Padahal, periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan pajak dalam negeri mencapai 9,9 persen yoy.

Jika kondisi ini terus berlanjut, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail khawatir risiko utang pemerintah akan meningkat.

Apalagi di luar utang pemerintah, sejatinya masih terdapat utang badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan yang menjadi milik pemerintah sepenuhnya, maupun utang perusahaan lainnya yang dijamin oleh pemerintah.

"Posisi utang pemerintah memang masih relatif rendah dengan rasio sekitar 30 persen terhadap PDB. Tapi, ini belum termasuk beban utang BUMN yang sebenarnya juga makin tinggi," kata Mikail, Minggu (28/4/2019).

Nilai utang yang makin meningkat, tak disertai dengan penerimaan yang bertambah juga. Di sisi lain, pemerintah mesti mempertahankan bahkan menambah belanja untuk menjaga denyut perekonomian di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang rendah.

Baca: Berkat Gerakan Donasi Kuota XL Axiata, Kini Sekolah di Pantura Jawa Punya Akses Internet Cepat

Baca: Jadwal Pengumuman Awal Puasa 1 Ramadhan 1440 H, Cek Sidang Isbat dan Titik Pantauan Hilal 2019

Kemkeu melaporkan belanja negara per akhir Maret lalu mencapai Rp 452,1 triliun atau setara 18,37 persen dari pagu APBN 2019 yakni sebesar Rp 2.461,11 triliun.

Secara tahunan, belanja negara sepanjang kuartal-I 2019 tumbuh 7,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan belanja negara ditopang oleh serapan belanja pemerintah pusat sebesar Rp 260,7 triliun atau tumbuh 11,4 persen (yoy).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penerimaan Pajak Lesu, Risiko Utang Pemerintah Berpotensi Meningkat"

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved