Berita Kalteng

Perbaikan Fender Jembatan Kalahien Perlu Waktu 3 Bulan, Dinas PUPR Kalteng Cek ke Lapangan

Dinas PUPR Kalteng dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Banjarmasin akan melakukan pengecekan kerusakan fender jembatan Kalahien di Barsel.

Perbaikan Fender Jembatan Kalahien Perlu Waktu 3 Bulan, Dinas PUPR Kalteng Cek ke Lapangan
Polres Barsel
Petugas kepolisian, Polsek Dusun Selatan, saat mengamati Pender pengaman tiang pondasi jembatan Kalahien Buntok Kabupaten Barito Selatan yang dihantam tongkang pengangkut batu bara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dinas PUPR Kalteng dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI Banjarmasin akan melakukan pengecekan kerusakan fender jembatan Kalahien di Barito Selatan yang rusak ditabrak tongkang batu bara.

Demikian menurut Kepala Dinas PUPR Kalteng, Salahduddin, saat ditanya perbaikan fender jembatan Kalahien, Buntok, Kabupaten Barito Selatan dan kondisi jembatan paska ditabrak tongkang batu bara, Kamis (2/5/2019).

Dikatakan Salahuddin, kerusakan fender atau bemper pengaman pondasi Jembatan Kalahien tersebut dibangun secara terpisah dari pondasi jembatan sehingga ketika tongkang menghantam fender, posisi pondasi jembatan maupun lantai jembatan aman saja untuk dilalui kendaraan.

Namun, sebut dia, untuk lalu lalang tongkang pengangkut batu bara sementara diharapkan jangan ada yang lewat sebelum fender jembatan Kalahien tersebut diperbiaki, karena perbaikan fender jembatan yang akan dikerjakan akan terganggu ketika ada kapal tongkang pengangkut batu bara lalu lalang di lokasi tersebut.

Baca: Fender Rusak Ditabrak Tongkang, Dishub Larang Tongkang Batu Bara Lewat Bawah Jembatan Kalahien

"Yang bertanggung jawab terhadap perbaikan fender jembatan adalah pihak perusahaan batu bara dan pelayaran yang tugboat atau tongkang pengangkut batu bara yang mengakibatkan fender jembatan Kalahien tersebut ambruk dihantam tongkang saat arus deras Sungai Barito," ujarnya.

Kepala PUPR Kalteng, Salahudin
Kepala PUPR Kalteng, Salahudin (istimewa)

Sementara itu, Plt Ketua Komisi B DPRD Kalteng yang membidangi masalah tambang, HN Asera , mengatakan mendukung saja kebijakan Pemprov Kalteng yang melarang lalu lalang kapal tongkang lewat di bawah jembatan yang fendernya dihantam tongkang tersebut, sebelum dilakukan perbaikan.

Tetapi, dia berharap Pemprov Kalteng atau pihak Balai Besar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan sehingga sejumlah perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di DAS Barito tetap bisa mengapalkan batu bara lewat bawah jembatan Kalahien.

"Yang melakukan kesalahan satu pelayaran dan satu perusahaan tambang, sedangkan perusahaan tambang yang ada di hulu Sungai Barito banyak, akses keluar batu bara satu-satunya ya, lewat bawah jembatan Kalahien, jika semua tongkang batu bara dilarang lewat tentu, akan merugikan banyak perusahaan tambang batu bara yang beroperasi dilokasi tersebut," ujarnya.

Baca: Pengendara Waswas Lewat Jembatan Kalahien, Bupati Barsel: Perusahaan Batu Bara Bertanggungjawab

Asera berpendapat, jika kebijakan larangan diberlakukan hingga lima atau enam bulan atau hanya tiga bulan, tentu perusahaan tambang batu hara tidak bisa melakukan pengapalan terhadap produksi batu bara milik mereka ini akan menyebabkan perusahaan merugi.

"Dikhawatirkan akan ada dampak hukumnya dengan adanya larangan tersebut," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved