Berita Kalteng

Sering Ditabak Kapal, Lalulintas Tongkang Lewat Bawah Jembatan Kalahien Akan Diperketat

Pengawasan kapal atau tongkang angkutan batu bara yang melewati jalur sungai khususnya saat melintas di bawah jembatan penyeberangan diperketat

Sering Ditabak Kapal, Lalulintas Tongkang Lewat Bawah Jembatan  Kalahien Akan Diperketat
Banjarmasinpost.co.id/faturahman
Jembatan Kalahien, Kabupaten Barito Selatan Kalteng dan tongkang pengangkut batu bara setiap hari lalulalang di DAS Barito, bawah jembatan Kalahien. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, akan memperketat pengawasan dan aturan lalulintas kapal atau tongkang angkutan batu bara yang melewati jalur sungai khususnya saat melintas di bawah jembatan penyeberangan.

Pengetatan ini, setelah makin seringnya terjadi kecelakaan air, kapal atau tongkang yang menghantam fender jembatan penyeberangan yang berkonstruksi baja di beberapa sungai yang ada di Kalimantan Tengah.

Nantinya, akan ada aturan yang mengatur lalulintas kapal atau tongkang yang melewati bawah jembatan penyeberangan.

Baca: Tragedi di Pesta Ulang Tahun, Puluhan Tamu Dilarikan ke Puskesmas Setelah Menyantap ini

Baca: Peduli Terhadap Keamanan Pangan, PKK Banjar Lakukan Hal Ini

Baca: Siswa HSS Terpilih Jadi Anggota Paskibraka, Asri Latihan Baris-berbaris di Rumah

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, mengatakan, terkait kecelakaan air, tongkang menabrak fender Jembatan Kalahien di DAS Barito Kabupaten Barito Selatan, pihaknya minta kejadian tersebut di proses secara hukum, dan perusahaan yang menabrak bertanggungjawab atas kerusakan tersebut.

Gubernur Sugianto, juga menegaskan akab memperketat aturan lalulintas kapal tongkang yang lewat bawah jembatan sesuai dengan pergub yang telah dibuat, sejaj lama.

"Sesuai aturan yang telah dibuat, ada aturan untuk tongkang yang boleh melewati bawah jembatan penyeberangan, seperti angkutan tambang batu bara tidak boleh lebih dari 300 fit," ujarnya.

Sugianto mengatakan, meski ada aturan tersebut, ternyata masih ada perusahaan yang belum mentaatinya, sehingga kedepannya lalulintas tongkang batu bara dan hasil tambang lainnya harus sesuai dengan ketentuan yang telah diatur, sehingga jembatan penyeberangan tetap bisa terjaga.

Baca: Intip Bulan Madu Ammar Zoni dan Irish Bella di Lombok, Sampai Berenang Bersama

Baca: Jelang Ramadan 1440 H, Satpol PP Tapin Gencar Sosialisasi Larangan Warung Makan dan Hiburan

Senada diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Ati Mulyati, Jumat (3/5/2019) yang menegaskan, pihaknya telah memasang sarana bantu navigasi atau (SBNP) untuk setiap kapal dan tongkang yang ingin lewat bawah jembatan yang rawan kecelakaan yakni di Jembatan Kalahien, Jembatan Hasan Basri dan Jembatan Bajarum, Kota Besi, Kotim.

"Kejadian tongkang tabrak fender jenbatan itu sudah terjadi hingga beberapa kali makanya kami buat aturan yang harus ditaati oleh senua nahkoda kapal yang lewat bawah jembatan tersebut.Ada tiga titik SBNP yang dipasang terutama pada jembatan yang rawan ditabrak tongkang atau kapal," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved