Berita Nasional

KPK Tetapkan Hakim PN Balikpapan Resmi Jadi Tersangka Usai Terima Suap Perkara Pidana

Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kyt, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima suap dalam penanganan perkara pidana tahun 2018

KPK Tetapkan Hakim PN Balikpapan Resmi Jadi Tersangka Usai Terima Suap Perkara Pidana
(ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARS)
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief (kanan) bersama penyidik menunjukkan barang bukti hasil OTT kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOMPAS – Hanya dalam satu hari, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kyt, sebagai tersangka setelah diduga menerima suap dalam penanganan perkara pidana tahun 2018 atau yang ia sebut sebagai oleh-oleh. Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Mahkamah Agung segera melakukan perbaikan komprehensif.

Dilansir dari Kompas.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya melakukan operasi penegakan hukum di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/5/2019). Petugas KPK menangkap lima orang terduga yakni Kyt, Sdm, Jhs, Ris dan Faz serta menetapkan tiga nama pertama sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif di Jakarta, Sabtu (4/5/2019), mengatakan, pada 2018 Kyt menawarkan bantuan kepada Sdm yang saat itu menjalani sidang kasus pemalsuan dokumen. Kyt menyampaikan kepada kuasa hukum Sdm, Jhs untuk memberikan uang Rp 500 juta jika ingin Sdm bebas.

“SDM menjanjikan akan memberikan Rp 500 juta jika tanahnya di Balikpapan laku terjual,” kata Laode dalam keterangan persnya di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu.

Baca: OTT Hakim PN Balikpapan, Pengamat Untap Kalba rINi Sebut Rentan Penyalahgunaan Kekuasaan

Pada Desember 2018, Sdm yang sebelumnya dituntut 5 tahun penjara kemudian diputus bebas. Januari 2019, Kyt menagih janji Sdm melalui kuasa hukumnya Jhs karena akan pindah tugas ke Sukoharjo, Jawa Tengah. “Kyt bertanya, oleh-olehnya mana?” ujar Laode.

Janji tersebut baru dipenuhi oleh Sdm pada 3 Mei 2019 setelah mendapatkan uang muka dari pembeli tanahnya. Setelah mengambil uang Rp 250 juta di salah satu bank di Balikpapan, Sdm menempatkan Rp 200 juta di antaranya ke dalam dua kantong plastik hitam dan menyerahkannya kepada Jhs dan staf Jhs, Ris.

Pada pukul 17.00 WITA, Ris meletakkan sebuah kantong plastik hitam berisi uang Rp 100 juta ke dalam mobil Kyt yang terparkir di PN Balikpapan. Selang beberapa saat, Kyt mendatangi mobilnya kemudian tim KPK mengamankannya beserta barang bukti.

“Barang bukti yang diamankan uang Rp 100 juta dalam kantong plastik dan uang Rp 28,5 juta dari tas Kyt,” ujar Laode.

Baca: OTT Hakim dan Pengacara di PN Balikpapan, KPK Sita Uang Rp 227,5 juta, Diduga Untuk Ini

Menurut Laode, tim lainnya juga berhasil mengamankan Jhs dan Ris yang masih berada di lingkungan PN Balikpapan. Kemudian Jhs dibawa ke kantornya di daerah Jalan Syarifudin Voes. Tim mengamankan uang Rp 99 juta dalam pecahan Rp 100.000 di kantor tersebut.

Diduga, uang tersebut merupakan bagian yang diberikan Sdm untuk mengurus perkara pidana di PN Balikpapan. “Total uang yang diamankan ada Rp 227,5 juta dari permintaan awal sebanyak Rp 500 juta,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul: Hakim PN Balikpapan Jadi Tersangka Usai Terima ”Oleh-oleh”

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved