Berita Kalteng

Angkutan Hasil Tambang di Kalteng Harus Punya Jalan Khusus, Jembatan Rawan Dihantam Tongkang

Operasional Perusahaan tambang batu bara maupun bijih besi yang ada di Kalimantan Tengah harus memiliki jalan sendiri untuk produksi tambangnya

Angkutan Hasil Tambang di Kalteng Harus Punya Jalan Khusus, Jembatan Rawan Dihantam Tongkang
Polres Barsel
Tiang pondasi Jembatan Kalahien Buntok, Barsel, Kalteng, ambruk dihantam tongkang batu bara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Operasional Perusahaan tambang batu bara maupun bijih besi yang ada di Kalimantan Tengah harus memiliki jalan sendiri untuk produksi tambangnya. Pasalnya, jika pengangkutan tetap lewat jalur sungai sangat rawan akan menghantam jembatan penyeberangan yang dibangun.

Apalagi selama ini, kebanyakan jembatan penyeberangan berkonstruksi baja yang dibangun posisinya berada di jalur tikungan, sehingga menjadi tumpukan arus deras dan bukan berada pada jalur lurus sungai, yang lebih aman dari hantaman kapal atau tongkang pengangkut hasil tambang yang selama ini lalulalang dibawah jembatan.

Salah satu anggota DPRD Kalteng Komisi D yang membidangi masalah infrastruktur, Silvanus Sea, Senin (6/5/2019) mengatakan, untuk menjaga agar Jembatan penyeberangan berkonstruksi baja aman dari bahaya hantaman kapal maupun tongkang pengangkut tambang selayaknya angkutan tambang jangan lagi lewat sungai.

Baca: Sering Ditabak Kapal, Lalulintas Tongkang Lewat Bawah Jembatan Kalahien Akan Diperketat

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Ini 1 Ramadhan 1440 Hijriyah/6 Mei 2019 Kota Besar Indonesia & Doa Buka Puasa

Baca: 5 Minuman Segar Untuk Berbuka Puasa Ramadhan 1440 H/2019, Enak dan Mudah Dibuat di Rumah

Dikatakan, harusnya untuk angkutan produksi tambang batu bara maupun bijih besi dan hasil bumi lainnya ada jalan khusus seperti yang dilakukan di Kalimantan Selatan, atau jalan rel kereta api yang dibangun khusus untuk angkutan tambang tersebut." Contoh di Kalsel, mereka punya jalan sendiri untuk angkutan hasil tambang," ujarnya.

Paskah K Asi,  Satker PPK 3.4 PJN /P2 JN Kalteng, BBPJN XI- Banjarmasin.
Paskah K Asi, Satker PPK 3.4 PJN /P2 JN Kalteng, BBPJN XI- Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Sementara itu, Paskah K Asi, Satker PPK 3.4 PJN /P2 JN Kalteng, BBPJN XI- Banjarmasin di Palangkaraya, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan kondisi fender Jembatan Kalahien yang dihantam tongkang pengangkut batu bara di Perairan Kabupaten Barito Selatan tersebut.

"Fender jembatan itu harus diganti total, karena kondisinya sudah hancur, dan direktur perusahaan pemilik tongkang dan angkutan batu bara menyatakan dalam perjanjian siap mengganti fender yang hancur tersebut, sedangkan kami masih mencari arsip konstruksi pembangunan jembatan itu, " ujarnya.

Menurut dia, untuk membangun fender jembatan tersebut harus mengikuti konstruksi lama sehingga masih di cari desain untuk konstruksi pembangunan fender lama."Jika sudah kami dapatkan, maka akan mudah dalam menghitung biaya pembangunanya kembali dan bahan-bahan yang dipakai," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved