Tajuk

Bersama dalam Ramadan

Ramadan kali ini juga ada momen penting yang tengah dijalani bangsa ini. Perhelatan pemilihan umum serentak, di antaranya Pilpres.

Bersama dalam Ramadan
instagram @sweet_n_treats.kw
1 Ramadhan 1440 H atau Ramadhan 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID - HARI ini umat Islam di seluruh dunia memulai pelaksanaan ibadah puasa Ramadan. Seperti tahun lalu, di Indonesia, awal Ramadan tak ada perbedaan antara Nahdlatul Ulama dengan Muhammadiyah. Tentu membawa kebahagian.

Ramadan selalu menjadi momen paling ditunggu umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Mengingat bulan ini diyakini, sesuai pula dengan janji Allah, bahwa setiap kebaikan akan diganjar berlipat ganda.
Demi menjaga kesucian Ramadan, mayoritas daerah di Indonesia menerapkan aturan yang melarang beberapa kegiatan seperti operasional tempat hiburan, rumah makan di siang hari.

Ramadan kali ini juga ada momen penting yang tengah dijalani bangsa ini. Perhelatan pemilihan umum serentak, di antaranya pemilihan presiden dan wakilnya. Saat ini sedang dalam proses penghitungan suara. Dijadwalkan diumumkan hasilnya pada 22 Mei, yang bertepatan 17 Ramadan.

Berbagai berita berseliweran selama Pilpres. Perang komentar, saling hujat, hingga hoaks telah menjadi warna yang tentu saja sudah seharusnya tidak ada lagi selama Ramadan ini. Bagaimanapun juga hal itu bisa merusak ibadah Ramadan, karena menimbulkan rasa permusuhan, amarah, kebencian, bahkan fitnah.

Perhelatan besar pesta demokrasi, khususnya Pilpres, memang telah cukup menguras energi. Bahkan nyaris membelah bangsa ini, karena berbeda pilihan. Bangsa Indonesia seakan tak mengenal lagi wajah aslinya yang saling mengasihi, menghargai, toleransi, musyawarah, mufakat.

Dengan masuknya Ramadan, tepat jika tensi ketegangan akibat Pilpres diturunkan ke titik nol. Teladan elit dan tokoh bangsa sangat dibutuhkan untuk memberikan kesejukan bagi seluruh anak bangsa.

Pengumuman hasil Pilpres yang bertepatan dalam momentum Ramadan, tentunya sangat diharapkan menjadi rem bagi seluruh elemen bangsa agar bisa menahan diri dari berbagai perbuatan yang tidak saja merusak ibadah Ramadan, tapi juga merusak kehidupan bernegara.

Semoga saja dengan semangat ibadah dan kesucian Ramadan, benar-benar membawa kesejukan di hati seluruh anak bangsa. Bersama-sama dengan semangat Ramadan, setelah pengumuman oleh KPU, rakyat Indonesia kembali bersatu bersama bergandengan tangan untuk membangun bangsa. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved