Berita Kalteng

Kades Bajuh Kapuas Tengah Akan Ajukan Rencana Relokasi, 259 KK Kerap Terdampak Banjir

Desa Bajuh Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas menjadi salah satu langganan banjir tahunan di wilayah hulu.

Kades Bajuh Kapuas Tengah Akan Ajukan Rencana Relokasi, 259 KK Kerap Terdampak Banjir
Tribun Kalteng/Fadly setia rahman
Kades Bajuh, Bisi saat berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Desa Bajuh Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas menjadi salah satu langganan banjir tahunan di wilayah hulu. Hal ini menjadi perhatian Kepala Desa (Kades) Bajuh, Bisi.

Upaya antisipasi dan penanggulangan sudah menjadi hal biasa dilakukan warga. Mulai meninggikan bangunan rumah, membuat tempat tinggi di dalam rumah hingga membuat rumah bertingkat.

Bilamana banjir datang, warga pun sudah siap. Namun kondisi ini tentu sedikit banyaknya mengganggu aktivitas warga. Sampai muncul rencana dari Kades Bajuh dan warga untuk upaya relokasi.

Kades Bajuh, Bisi, pun datang berkoordinasi terkait rencana relokasi itu ke Kantor BPBD Kabupaten Kapuas, Selasa (7/5/2019) lalu. Kedatangannya diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga.

Baca: Tinggal 14.281 Penduduk Wajib KTP Belum REkam E-KTP, Disdukcapil Gelar Perekaman Keliling

Bisi menyampaikan maksud dan tujuannya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas pun mendukung hal itu dan memberi arahan kepada Kades terkait apa yang kiranya harus dilakukan.

"Ya, kami memang ada rencana relokasi, sehubungan dengan kerap terjadi banjir di wilayah desa kami," kata Kades Bajuh, Bisi.

Dilanjutkannya, rencana itu seiring sudah adanya pembicaraan dengan warga di desanya yang ada menyiapkan atau mau menghibahkan lahan tempat relokasi. Lantaran tempat tinggal warga itu juga kena banjir.

"Yang jelas, lahan sudah siap, kami minta petunjuk dulu. Kami berharap instansi terkait bisa meninjau langsung ke desa kami terkait rencana itu," bebernya.

Masih menurutnya, ada sekitar 477 KK di Desa Bajuh sebagaimana data pada 2018 lalu.

"Tapi yang wilayahnya sering terjadi banjir hanya beberapa RT, tak seluruhnya. Ketinggian air bervariasi saat banjir, paling tinggi di RT 03 bisa sampai satu meter lebih," tandasnya.

Dirincikannya, ada empat RT di Desa Bajuh yang kerap terdampak banjir tahunan. Yaitu RT 01 yang ditinggali 13 KK, RT 04 dengan 105 KK, RT 03 ada 121 KK dan RT 06 dengan 20 KK, total keseluruhan 259 KK.

"Kalau RT 02 dan RT 05 wilayahnya agak tinggi, jadi tidak terkena dampak banjir," pungkasnya.

Baca: Bayi Tri Ramadhan yang Ditemukan di Kebun Cempedak Lianganggang, Banyak yang Ingin Diadopsi

Terkait ini, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga menyambut baik rencana kades untuk relokasi.

Pihaknya pun meminta kades untuk mematangkan rencana itu dengan bermusyawarah di wilayah desanya dengan warga lebih dahulu.

"Setelahnya buatkan surat ke BPBD Kabupaten Kapuas dan Dinsos untuk mengecek ke lapangan. Kami siap saja turun ke lapangan," ungkapnya. (banjarmasinpost.co.id/ady)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved