Berita Ekonomi dan Bisnis

Harga Bawang Putih Fluktuatif, Owner Azima Black Garlic Stop Sementara Produksi Bawang Putih Kating

UMKM Azima Black Garlic (ABG) misalnya, harus membatasi pengolahan bawang hitam lantaran harga bawang putih alami lonjakan beberapa waktu lalu.

Harga Bawang Putih Fluktuatif, Owner Azima Black Garlic Stop Sementara Produksi Bawang Putih Kating
istimewa
UMKM Azima Black Garlic terpaksa hentikan produksi setelah harga bawang putih yang berfluktuatif 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melonjaknya harga bawang putih turut mempengaruhi kelangsungan bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin.

UMKM Azima Black Garlic (ABG) misalnya, harus membatasi pengolahan bawang hitam lantaran harga bawang putih alami lonjakan beberapa waktu lalu.

"Saya produksi ada dua jenis, dari bawang putih kating dan bawang putih tunggal. Untuk bawang putih kating sementara off dulu produksinya karena di samping harga mahal juga kualitasnya kurang bagus kemungkinan barangnya sudah ditimbun lama, jadi produksinya tidak maksimal. Sedangkan bawang putih tunggal masih tetap berjalan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: SESAAT LAGI Waktu Berbuka! Jadwal Buka Puasa 4 Ramadhan 1440 H/9 Mei 2019 Jakarta dan Kota Lainnya

Baca: Bawaslu Banjar Proses Laporan Dugaan Manipulasi Penggelembungan Suara

Baca: Geger Temuan Benda Diduga Granat di Samping Rumah Desa Bahadangan Banjang HSU

Bawang tunggal atau yang dikenal bawang lanang, diakuinya harga relatif mahal namun tetap stabil dan stoknya pun selalu tersedia.

Farid mendatangkan bawang tersebut langsung dari Surabaya, Jawa Timur. Dalam satu bulan 2-3 kali pembelian dilakukannya melalui jalur air.

"Saya membeli secara kontinyu, sehingga sesuai keperluan produksi saja karena proses fermentasi yang dilakukan cukup lama, jadi tidak langsung dalam jumlah banyak," kata dia.

Proses pembuatan Black Garlic dari hasil fermentasi bawang putih yang telah diproses secara alamiah pada suhu tinggi dalam waktu yang lama sehingga menghasilkan kandungan dan formulasi kimia baru.

Menghasilkan isi yang hitam, rasa sedikit manis, bertekstur lembut, gurih, dan terasa kenyal. Berfungsi untuk menjaga stamina tetap fit, meningkatkan vitalitas tubuh dan membantu proses penyembuhan berbagai penyakit kronis seperti kanker, tumor, myom, stroke, jantung, hipertensi, kolestrol, diabetes, asam urat, maag, dan lain-lain.

Harga dibanderol bervariasi, yakni ABG Original kemasan 150 gr seharga Rp 40.000, ABG Madu 100 gr seharga Rp 35.000, ABG Madu 150 gr seharga Rp.50.000, ABG Madu kemasan 250 gr Rp 75.000, ABG (Bawang Hitam Lanang) original kemasan 100 gr dipatok Rp.75.000, dan ABG (Bawang Hitam Lanang) Madu kemasan 100 gr Rp75.000.

Black Garlic produksinya dipasarkan melalui online dan juga offline tersebar di beberapa minimarket, apotek, dan toko herbal. Dirintis sejak 2018 lalu, diakuinya mendapat respon yang baik dari konsumen.

Baca: Satresnarkoba dan Polsek Kapuas Murung Amankan Pemilik Salon Simpan 20 Paket Sabu

Baca: 7 Makanan Sehat Untuk Buka Puasa Ramadhan 1440 H, Bukan Hanya Kurma dan Madu

Terkait harga yang fluktuatif dan cenderung naik, Fatid berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama harga bawang. Karena kejadian ini merupakan musiman atau rutin tahunan yang mana harus ada solusi dari pemerintah dengan memiliki regulasi yang lebih jelas.

"Sehingga tidak terjadi terus-menerus setiap Ramadan, semua bawang putih yang masuk merupakan barang impor, harapannya pemerintah dapat memberdayakan para petani bawang putih di Indonesia khususnya di Kaksel," pungkas Farid. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved