BPost Cetak

Kisah Pemuda Banjar Berdiplomasi di Jepang, Khairi Mengawali dengan Cerita Doraemon

Kemampuan berbicara ini perlu kita pelajari dan latih. Ada sosok dari Kalsel yang bisa dijadikan panutan. Dia adalah Khairi Fuady.

Kisah Pemuda Banjar Berdiplomasi di Jepang, Khairi Mengawali dengan Cerita Doraemon
Banjarmasinpost
Banjarmasinpost Edisi Jumat (10/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mampu bicara lancar di depan audien, itu tidak mudah. Senang rasanya bila kita berbicara pendengar menyimak dengan serius. Apalagi saat ditanya, hadirin menjawab sesuai dengan kata-kata kita. Perasaan bangga muncul saat kita selesai bicara, audien lang­sung tepuk tangan meriah.

Kemampuan berbicara ini perlu kita pelajari dan latih. Ada sosok dari Kalsel yang bisa dijadikan panutan. Dia adalah Khairi Fuady.

Usianya masih muda, kini baru 26 tahun. Namun sepak terjangnya dalam urusan publik speaking sudah go international.

Bujangan lulusan Hubu­ngan Internasional Universitas Islam Negeri Jakarta ini, beberapa waktu lalu, menjadi anggota delegasi Kemenpora dalam forum Jenesys-Timor Leste 2019 di Jepang.

Baca: Si Palui: Untung Ada Dauh

Baca: BI Urusi Bawang karena Dorong Inflasi

Baca: Lion Tambah Penerbangan, Nam Air Buka Rute ke Solo

Dia menarik perhatian mahasiswa dari negara-negara ASEAN dan Timor Leste di Jepang karena kemampuan berpidato. Pemuda kelahiran Banjarmasin ini bahkan mendapat kesempatan memberikan opening speech di Kibi International University Okayama, saat itu.

Dalam kesempatan yang hanya sekitar 2 menit 56 detik, Khairi justru bercerita tentang pengalaman masa kecilnya yang dipenuhi dengan anime atau serial kartun film dari Jepang. Di antaranya Doraemon, Samurai X dan Captain Tsubasa. “When I was a child , I watched a film. It’a name is Doraemon. The actors are Nobita, Suzuka, Giant and Suneo,” ujar warga Jalan Bumi Mas Raya Kompleks Bumi Jaya Banjarmasin ini.

Apa yang disampaikannya langsung membuat seluruh audien paham. Itu karena mereka pun tahu mengenai nama-nama yang disebut Khairi. Tepuk tangan dan tawa pun terdengar riuh.

Kairi lalu menceritakan kesukaannya menonton Samurai X yang menceritakan tentang tradisi bushido dan juga Captain Tsubasa. Tuan rumah pun senang karena produk mereka mendapat tempat di hati tamu.

Usai memberikan pidato pembuka, aktivis Gerakan Pemuda Ansor Kalsel dan anggota Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) lang­sung diwawancara reporter sebuah media Jepang.

“Yang saya sampaikan bukan konten yang berat-berat seperti perdamaian, demokrasi atau lainnya. Saya cuma menyampaikan pengalaman masa kecil tentang Jepang. Waktu itu menggemari film Doraemon, Samurai X dan Captain Tsubasa. Ini ilmu public speaking. Waktu itu beberapa orang supervisor sampai ucapkan arigato atau terima kasih,” katanya.

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved