Pilpres 2019

Pernyataan Resmi Petinggi Gerindra, Silahkan Partai Demokrat Keluar dari Kubu Prabowo - Sandiaga Uno

Pernyataan Resmi Petinggi Gerindra, Silahkan Partai Demokrat Keluar dari Kubu Prabowo - Sandiaga Uno

Pernyataan Resmi Petinggi Gerindra, Silahkan Partai Demokrat Keluar dari Kubu Prabowo - Sandiaga Uno
Tribunnews/JEPRIMA
Bakal calon Presiden Prabowo Subianto beserta bakal calon wakil Presiden Sandiaga Unp saat mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pernyataan Resmi Petinggi Gerindra, Silahkan Partai Demokrat Keluar dari Kubu Prabowo - Sandiaga Uno

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mempersilakan Partai Demokrat keluar dari Koalisi Indonesia Adil dan Makmur pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Arief menilai sejak bergabung dalam koalisi, elite Partai Demokrat tidak memiliki sikap politik yang jelas untuk mendukung Prabowo - Sandiaga Uno di Pilpres 2019

Diketahui, Partai Demokrat tergabung dalam koalisi partai yang mengusung Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019

Baca: Jadwal Imsak & Sahur 6 Ramadan 1440 H Sabtu (11/5) di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Makassar & Bali

Baca: Menu Sahur Sederhana Berbahan Tahu untuk Puasa Ramadhan 1440 H, Mudah, Cepat & Cocok untuk Keluarga

Baca: JADWAL Imsak & Sahur 6 Ramadhan 1440 H untuk Kota Banjarmasin dan Doa Niat Puasa Ramadhan

"Demokrat sebaiknya keluar saja dari koalisi Adil Makmur. Jangan elite-nya dan Ketum kayak serangga undur-undur ya, mau mundur dari koalisi saja pakai mencla mencle segala," ujar Arief melalui keterangan tertulisnya, Jumat (10/5/2019).

Selain itu, kata Arief, selama masa Pilpres 2019, Partai Demokrat sama sekali tidak memberikan pengaruh perolehan suara pasangan Prabowo - Sandiaga Uno.

"Monggo keluar aja deh wong enggak ada pengaruhnya menghasilkan suara Prabowo Sandi kok selama in. Malah menurunkan suara," kata dia.

Arief memprediksi sikap politik Partai Demokrat yang tak jelas terkait dengan kasus korupsi saat ketua umumnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjabat sebagai presiden.

Bakal calon Presiden Prabowo Subianto beserta bakal calon wakil Presiden Sandiaga Unp saat mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018). Pertemuan tersebut diadakan secara tertutup untuk media.
Bakal calon Presiden Prabowo Subianto beserta bakal calon wakil Presiden Sandiaga Unp saat mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/9/2018). Pertemuan tersebut diadakan secara tertutup untuk media. (Tribunnews/Jeprima)

Ia menyinggung kasus dugaan korupsi proyek Hambalang yang hingga kini belum tuntas.

Menurut Arief, SBY berusaha meminta jaminan hukum dari Presiden Joko Widodo. Namun, dia yakin hal itu akan ditolak oleh Jokowi.

Halaman
1234
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved