Berita Banjarmasin

Diduga Dilaporkan Sesama Kader PPP, Syaifulah Tamliha Penuhi Panggilan Bawaslu Kalsel

Kedatangan Syaifulah rupanya untuk memenuhi panggilan Bawaslu Kalsel untuk melakukan klarifikasi atas Laporan dugaan pelanggaran Pemilu

Diduga Dilaporkan Sesama Kader PPP, Syaifulah Tamliha Penuhi Panggilan Bawaslu Kalsel
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Syaifulah Tamliha, Anggota DPR RI asal Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Petahana Anggota DPR RI asal Kalimantan Selatan (Kalsel) dari PPP yang secara perhitungan perolehan suara hampir dipastikan kembali lolos ke Senayan, Syaifulah Tamliha tiba di Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel, Minggu (12/5/2019).

Kedatangan Syaifulah rupanya untuk memenuhi panggilan Bawaslu Provinsi Kalsel untuk melakukan klarifikasi atas Laporan dugaan pelanggaran Pemilu yang diterima Bawaslu Provinsi Kalsel.

Ironisnya, pihak pelapor terindikasi juga sebagai kader PPP.

Setelah lebih dari tiga jam memberikan memberikan klarifikasi kepada Bawaslu Provinsi Kalsel, Syaifulah akhirnya beberkan pokok permasalahan yang menyeret namanya.

Syaifulah membenarkan dirinya dilaporkan oleh oknum Caleg DPR RI pesaingnya sesama kader PPP yang juga ikut dalam perebutan kursi Senayan dengan tuduhan melakukan politik uang.

Baca: Menu Sahur Khusus untuk Anak Kos, Cocok untuk Asupan 7 Ramadhan 1440 H Senin (13/5)

Baca: Tak Ada yang Setor Nama Calon Wakil Bupati, Chairansyah: Terserah Mereka

Baca: Tangis Nikita Mirzani Lihat Penampakan Bayi Dipo Latief, Arkana Mawardi Harus Diperlakukan Begini

Ia melanjutkan, di dalam laporan tersebut dirinya dituduh melakukan politik uang dengan membagikan uang pada masa tenang Pemilu 2019 di beberapa titik di Kalsel termasuk di Desa Pangambau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Namun Syaifulah membantah hal tersebut dan menegaskan dirinya tak pernah melakukan kampanye di Kabupaten HST, namun hanya fokus berkampanye di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong, Banjar dan sebagian Kabupaten Batola.

"Kalau Bawaslu menanyakan dimana saja saya kampanye, kan Bawaslu dan Kepolisian punya data surat izin pemberitahuan kampanye. Apalagi ada berisi uang, saya bukan politisi kemarin sore jadi tentu saya tahu aturan," kata Syaifulah.

Walau belum memiliki niat untuk melaporkan balik sang pelapor atas tuduhan pencemaran nama baik, namun Syaifulah nyatakan permasalahan ini bisa jadi berujung dengan digelarnya Rapat DPP PPP.

Dengan demikian menurut Syaifulah, jika terbukti merusak citra dan martabat partai maka pelapor bisa saja dipecat sebagai anggota partai.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved