Mereka Bicara

Spritual Fast Charging

SEBAGAIMANA smartphone yang membutuhkan energi listrik, manusia juga sama. Secara fisik manusia butuh makan-minum untuk menjaga dan memulihkan energi

Spritual Fast Charging
tribunmadura.com
Jadwal Buka Puasa Ramadhan 1440 H/2019 M 

OLEH: KH CHOLIL NAFIS LC MA PHD, Ketua Komisi Dakwah MUI

BANJARMASINPOST.CO.ID - SEBAGAIMANA smartphone yang membutuhkan energi listrik, manusia juga sama. Secara fisik manusia butuh makan-minum untuk menjaga dan memulihkan energi, secara spiritual memerlukan olah batin.

Satu di antara metode olah batin yang diajarkan Allah SWT adalah puasa. Dilihat dari semua kategori ibadah utama (mahdhah), puasa termasuk “spiritual fast charging” atau cara cepat meningkatkan kualitas spiritual bagi kaum beriman.

Dalam sebuah hadits Nabi saw disebutkan puasa itu rahasia antaraTuhan dan hamba-Nya. Rasulullah saw bersabda: “Setiap kebaikan berpahala sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus pahala kebaikan, kecuali puasa. Itu adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberinya ganjaran.” (HR Muslim).

Puasa juga sebagai cara efektif untuk menaklukkan musuh Allah bernama setan. Dalam banyak ayat Alquran disebutkan, setan sebagai musuh yang paling nyata (‘aduwwunmubiin) bagi manusia.

Kekuatan setan menggoda manusia tidak akan pernah maksimal tanpa perantara syahwat yang di-support oleh makanan/minuman. Sementara saat kita berpuasa yaitu tidak ada asupan makanan sehingga menghancurkan, minimal mengurangi syahwat. Artinya, dengan berpuasa setan tidak atau kurang mampu masuk untuk “merusak” ke dalam tubuh kita.

Dalam konteks ini, frekuensi manusia yang berpuasa memiliki level berbeda jauh dengan setan. Saat level frekuensi berbeda, berpuasa bisa menjadi perisai bagi para pelakunya dari tindak dosa dan maksiat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw menyatakan: “Sesungguhnya setan akan mengalir dari aliran darah manusia, maka perlemahlah aliran darah itu dengan kondisi lapar.” (HR Muttafaqun ‘Alaih). Inilah korelasi makna pada bulan puasa (Ramadan), setan itu dibelenggu seperti yang disabdakan Rasulullah saw: “Apabila memasuki bulan Ramadan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah setan-setan. Lalu salah satu malaikat berkata: wWhai yang mengerjakan kebaikan, teruskanlah! Dan wahai yang mengerjakan keburukan, tinggalkanlah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Tiga tingkatan

Namun demikian, tidak semua puasa setiap orang sama derajatnya. Ada tingkatannya sesuai dengan kualitas iman dan takwanya. Menurut Hujjatul Islam, Imam Ghazali dalam kitab magnum opusnya, IhyaUlumiddin, puasa berdasarkan kuantitas atau ukurannya dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved