Berita Kalteng

Dishub Kalteng Ancam Beri Sanksi Tongkang Batu Bara Penabrak Fender Jembatan Kalahien

Kecelakaan lalu lintas sungai tongkang pengangkut batu bara menghantam pender jembatan penyeberangan di Kalahien, kabupaten Barito Selatan.

Dishub Kalteng Ancam Beri Sanksi Tongkang Batu Bara Penabrak Fender Jembatan Kalahien
Polres Barsel
Tiang pondasi Jembatan Kalahien Buntok, Barsel, Kalteng, ambruk dihantam tongkang batu bara. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kecelakaan lalu lintas sungai tongkang pengangkut batu bara menghantam pender jembatan penyeberangan di Kalahien, kabupaten Barito Selatan hingga, Senin (13/5/2019) masih ditangani pihak kepolisian.

Pihak kepolisian dan pihak perusahaan Tambang Batubara serta pelayaran yang membawa tongkang batubara bahkan sudah melakukan pertemuan dengan Instansi Satuan Kerja (Satker) PPK3.4 PJN /P2 JN Kalteng , BBJN XI- Banjarmasin Kementerian PUPR di Palangkaraya.

Pertemuan tersebut membahas ganti rugi fender jembatan yang hancur ditabrak tongkang batubara tersebut, Selasa (30/5/2019) lalu."Perusahaan siap saja mengganti tiang fender yang ambruk tersebut, tetapi kami masih melakukan perhitungan nilainya dan mencari dokumen lama jembatan," ujar Paskah, Satker PPK tersebut.

Kecelakaan air Tugboat ITS Diamond yang menarik Tongkang Batubara BG. Indotrans 3006 PT. Indo Jaya Trans Samudera yang menyenggol /menabrak Fender (penyangga /pelindung tiang jembatan) sebelah kiri, Jembatan Kalahien, mengakibatkan Abutment Fender, Slof Fender dan Tiang (pilar) Fendernya rusak parah.

Baca: Perbaikan Fender Jembatan Kalahien Perlu Waktu 3 Bulan, Dinas PUPR Kalteng Cek ke Lapangan

Keterangan Kadis Perhubungan Kalteng, Ati Mulyati, mengatakan, pihaknya masih menunggu proses hukum dari pihak kepolisian yang menangani kecelakaan air tersebut, setelah itu, pihaknya akan melihat secara detail, kelalaian dari pengguna transportasi sungai tersebut.

Ada aturan untuk lalu lintas kapal maupun tongkang di bawah jembatan bentang panjang tersebut. Kecelakaan yang lalu ada indikasi bahwa tongkang lewat bawah jembatan tidak sesuai jangan waktu yang ditentukan termasuk tonase angkutan tongkang yang melebihi kapasitas.

"Kami akan meneliti soal itu dan mungkin saja akan ada sanksi untuk kapal atau tongkang tersebut, namun kami masih menunggu penyelidikan yang dilakukan polisi," demikian disebutkan hati Mulyati Kadishub Kalteng. (banjarmasinpost.co.id /Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved