Berita Kalbar

Jumlah Penumpang Turun, Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan di Ketapang  

Maskapai Garuda Indonesia akhirnya kembali menghentikan penerbangan ke Bandara Rahyadi Oesman, Ketapang.

Jumlah Penumpang Turun, Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan di Ketapang  
Surya
lustrasi- Penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Blimbingsari Banyuwangi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KETAPANG - Maskapai Garuda Indonesia akhirnya kembali menghentikan penerbangan ke Bandara Rahyadi Oesman, Ketapang.

Perusahaan BUMN yang bergerak di penerbangan tersebut, baru saja kembali beroperasi 1 April 2019  di Bandara setempat. 

Belum ada penjelasan dari Maskapai Garuda Indonesia menghentikan penerbangan ke Bandara Rahyadi Oesman ini ke otoritas bandara setempat. Namun, diduga terkait dengan menurunnya jumlah penumpang di bandara setempat.

 Jumlah penumpang di bandara Rahadi Oesman Ketapang sejak Januari 2019 kemarin hingga saat ini terdapat penurunan jika di bandingkan dengan tahun lalu.

Baca: Mahalnya Tiket Pesawat Makin Berdampak, Bandara Ini Rugi Rp 2 Miliar Per Bulan

Baca: Kamis, Dana Kelurahan Total Rp 7,4 Miliar Cair, BPKAD Banjarbaru: Bakal Dicairkan Dua Tahap

Baca: Sarana Vital di Desa Tanahabang Makin Reot, Begini Tanggapan PUPR Kabupaten Banjar

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kassubag Tata Usaha Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny S Harris saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu (11/05/2019).

 "Tahun lalu rata-rata bandara Rahadi Oesman melayani penumpang yang akan berangkat sekitar 500 - 600 penumpang per harinya. Sekarang turun, rata rata hanya 300 - 350 penumpang per harinya," ungkap Donny.

Saat ini,  maskapai yang masih beroperasi di bandara Rahadi Oesman Ketapang sendiri diakui Donny ada beberapa maskapai seperti Wings Air, Nam Air dan Garuda Indonesia. 

Sedangkan, Garuda memutuskan tidak terbang lagi  ke Bandara setempat per 15 Mei 2019.

"Garuda Indonesia mulai terbang kembali di Ketapang sejak tanggal 1 April 2019 kemarin, tapi mulai tanggal 15 Mei 2019 tidak lagi beroperasi. Soaldan belum ada pemberitahuan resmi kepada pihak bandara dari pihak Garudanya mengenai alasannya," jelas Donny.

Dony menjelaskan, untuk harga tiket khususnya rute Ketapang-Pontianak dan sebaliknya, masih sesuai ambang batas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca: Begini Suasana Mencekam Detik-detik Pesawat Myanmar National Airlines.Tergelincir

"Untuk Wings Air rata rata dijual di harga Rp 500ribu - Rp 625ribu, untuk Nam Air rata rata dijual di harga Rp 600ribu - 700ribu untuk rute Ketapang - Pontianak dansebaliknya, dan Rp 1.600.000an untuk rute Ketapang - Semarang,"

Dan untuk maskapai Garuda Indonesia, rata- rata dijual di harga Rp 700ribu - 790ribu untuk rute Ketapang - Pontianak dan sebaliknya, dan Rp 1.800.000an untuk rute Ketapang - Semarang.

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Garuda Indonesia Kembali Tak Beroperasi di Ketapang, Pengelola Bandara Akui Jumlah Penumpang 

(Penulis: Nur Imam)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved