Tajuk

Jadikan Musuh Bersama

BNN mengamankan barang bukti narkoba, yaitu sabu seberat 200 kilogram (kg) yang disimpan dalam lemari, 25.000 pil ekstasi dan 4.000 butir happy five.

Jadikan Musuh Bersama
capture/tribunn-video.com
Sabu 200 kg di Bekasi jaringan Malasyia via Pekanbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID - BAGI Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), tidak ada istirahat apalagi berhenti untuk melakukan razia, penertiban dan penangkapan terhadap jaringan sindikat narkoba, pengedar, bandar dan pemakai yang tidak pada peruntukannya.

Seperti diberitakan Banjarmasin Post, Senin (13/5) jajaran BNN berhasil membekuk dua orang anggota jaringan sindikat narkoba dari dua wilayah berbeda di Bekasi, Jumat (10/5) malam dan Minggu (12/5) dinihari. Yakni, Fajar dan Zulham.

BNN mengamankan barang bukti narkoba, yaitu sabu seberat 200 kilogram (kg) yang disimpan dalam lemari, 25.000 pil ekstasi dan 4.000 butir happy five. Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari menjelaskan, pelaku adalah bagian sindikat narkoba jaringan Pekanbaru-Jakarta.

Diduga narkoba masuk atau diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut ke Indonesia, dibawa dari Pekanbaru menggunakan truk ke Jakarta dan Bekasi. Sebagaimana dijelaskan, dibekuknya dua orang tersebut, saat tim BNN menerima informasi akan terjadi transaksi narkotika di Bekasi.

Bukankah genderang perang terhadap jaringan sindikat narkoba, pengedar, bandar dan pemakai atau penyalahgunaan narkotika dan obat atau bahan berbahaya (narkoba) atau istilah lain narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza); sudah ditabuh sejak lama?

Terhadap penangkapan dua orang yang merupakan bagian sindikat narkoba jaringan Pekanbaru-Jakarta oleh BNN, menunjukkan bahwa bagi pelaku (bandar maupun kurir) tidak pernah jera untuk menyelundupkan narkoba; ratusan kg sabu dan ribuan pil ekstasi lainyya.

Mencermati fenomena demikian, tidak ada kata lain kecuali memberi dukungan usaha dan upaya Kepolisian dan BNN. Jika pemerintah menyatakan perang terhadap jaringan sindikat narkoba, pengedar, bandar dan pemakai atau penyalahgunaannya; pun semua kita.

Semoga tekad ini dapat ditindaklanjuti secara konkret, sesuai kapasitas dan kemampuan masing-masing. Kalau masyarakat dan pemerintah memandang perlu langkah positif, aparat penegak hukum melakukan penertiban.

Kenapa jaringan sindikat narkoba, pengedar, bandar dan pemakai yang tidak pada peruntukannya dijadikan musuh bersama? Sebab, penyalahgunaan, pemakaian narkotika dan obat atau bahan berbahaya lainnya, tidak hanya merugikan kesehatan jasmani, akal dan jiwa tetapi mengancam nyawa manusia pemakainya.

Begitu berbahaya menyalahgunakan dan mengonsumsi narkoba ini, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan haram penyalahgunaan narkotika dan semacamnya, karena mengakibatkan rusak mental, fisik dan terancam keamanan serta ketahanan nasional.

Selain hal tersebut, perlu tindakan konkret untuk menanggulangi masalah narkoba, terutama terhadap penyalahgunaan pemakaian narkoba, juga menjatuhkan hukuman berat terhadap jaringan sindikat, bandar, kurir, penjual atau pengedarnya.

Apalagi sebagaimana dijelaskan, ratusan kilogram narkoba jenis sabu dan ribuan pil ekstasi yang ditemukan BNN di kawasan Bekasi, Jawa Barat dikendalikan oleh jaringan narapidana (napi) di suatu lembaga pemasyarakatan di Pulau Jawa. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved