Berita Banjarmasin

Bawaslu Tindaklanjuti Laporan Adhariani Atas Dua Caleg Asal Kalsel Terkait Dugaan Politik Uang

Bawaslu Provinsi Kalsel memanggil Adhariani sebagai pelapor dan dua orang saksi yang diajukan Adhariani untuk melakukan klarifikasi di Kantor Bawaslu

Bawaslu Tindaklanjuti Laporan Adhariani Atas Dua Caleg Asal Kalsel Terkait Dugaan Politik Uang
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
H Adhariani, Calon DPD RI Provinsi Kalsel laporkan dugaan money politic pada Pemilu 2019 ke Bawaslu Kalsel, Rabu (15/5/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menindaklanjuti laporan oleh kontenstan Pemilu 2019 Calon Anggota DPD RI Provinsi Kalsel, Adhariani terkait dugaan praktek politik uang pada Pemilu 2019.

Bawaslu Provinsi Kalsel memanggil Adhariani sebagai pelapor dan dua orang saksi yang diajukan Adhariani untuk melakukan klarifikasi di Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel, Rabu (15/5/2019).

Tiba di Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel sejak pagi, ketiganya lebih dari empat jam berada dalam ruangan memberikan keterangan kepada Bawaslu.

Dijelaskan Adhariani, kedua saksi yang diajukannya merupakan saksi yang memperkuat laporannya atas dugaan praktek politik uang yang dituduhkannya dilakukan oleh dua orang caleg DPRD Kota Banjarmasin dan DPRD Provinsi Kalsel.

Yaitu Caleg DPRD Kota Banjarmasin Dapil Banjarmasin Utara atas nama AHK dan Caleg DPRD Provinsi Kalsel Dapil 1 atas nama HAB yang diyakini Adhariani jika terbukti benar, mungkin saja kasus ini melebar ke peserta Pemilu 2019 lainnya.

"Ada dua saksi yang kami bawa. Mereka berdua merupakan orang-orang yang ikut diminta membagikan uang selama masa tenang dan siap memberikan keterangan," kata Adhariani.

Baca: Tak Hanya Kultum, Saat Nuzulul Quran Nanti Sekda Tamzil akan Undang Ulama Besar dari Banjarmasin

Baca: Penjelasan Bawaslu Kalsel Soal Stopnya Proses Laporan Dugaan Politik Uang Kader PPP

Namun karena tak ingin ada Intervensi dari pihak lain, Adhariani dan Bawaslu Provinsi Kalsel tak membuka secara gamblang identitas kedua orang saksi tersebut.

Keterangan dan klarifikasi dari kedua saksi tersebut diyakini Adhariani memperkuat laporannya yang sebelumnya juga sudah dilengkapinya dengan bukti berupa uang tunai, replika surat suara dan daftar nama penerima uang jual beli suara.

Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie menjelaskan, laporan yang dilayangkan Adhariani sudah memenuhi unsur formil dan materiil.

Dilanjutkan Azhar, selanjutnya pihaknya akan mengagendakan untuk memanggil dua orang terlapor untuk juga dimintai klarifikasi atas laporan Adhariani.

Namun Ia nyatakan belum dapat memastikan kapan kedua terlapor dapat memenuhi panggilan Bawaslu Provinsi Kalsel.

"Laporan sudah memenuhi unsur yang diperlukan, nanti akan memanggil terlapor," kata Azhar. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved