Kriminalitas Tanahlaut

NEWSVIDEO : Polres Tanah Laut Musnahkan Sabu Milik Bandar Narkoba

Jika narkoba jenis sabu biasanya dibungkus dalam paket minimal Rp 200 ribu, Amit berani membuat paket hemat Rp 100 ribu.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dengan tertunduk lesu, Amit (30) mengaku pasrah harus menjadi tahanan Polres Tanahlaut lantaran kasus narkoba.

Ia yang merupakan bandar narkoba besar di Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan harus meringkuk di jeruji besi usai Polres Tanahlaut membekuknya saat transaksi narkoba.

Menariknya Amit bahkan membuat paket hemat untuk pelanggannya. Jika narkoba jenis sabu biasanya dibungkus dalam paket minimal Rp 200 ribu, Amit berani membuat paket hemat Rp 100 ribu.

"Dibuat sedikit saja," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id saat berada di tahanan polres Tanahlaut, Rabu (15//5/2019).

Paket hemat itu ia jual kepada semua pelanggannya. Terkait paket hemat yang dibeli oleh pelajar Amit mengaku tidak mengetahui.

"Banyak yang beli, kada tahu jua pelajar atau kada," akunya.

Baca: Ulama Banua Serukan Jaga Keamanan dan Perdamaian, Multaqo Ulama Kalsel Hasilkan 9 Maklumat

Dari tangan Amit, Polres Tanahlaut berhasil mengamankan sabu seberat 23,30 gram dan menjadi tangkapan terbesar narkoba dalam dua bulan ini.

Meski disebut sebagai bandar besar, Amit mengaku mendapatkan sabu dari temannya sendiri yang kemudian ia jual kembali. "Dapat dari kawan di kampung jua," ujarnya.

Amit mengaku sudah bingung untuk bekerja. Akhirnya ia memutuskan untuk menjual barang haram tersebut.

Selain Amit, Polres Tanahlaut juga meringkus empat tersangka bandar narkoba lain di Tanahlaut namun hanya dalam jumlah kecil yaitu sekitar dua hingga empat gram.

Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan memang Polres Tanahlaut sudah lama mengendus gerak gerik Amit yang merupakan bandar besar di Kecamatan Panyipatan.

Baca: Kompor Gas Warung Jual Ayam Kremes di Tanjungrema Martapura Terbakar Menjelang Waktu Berbuka

Terangnya banyak laporan dan keluhan masyarakat yang masuk terkait usaha haram Amit. Hingga akhir usaha yang diakui Amit baru ia lakukan sekitar tiga bulan ini berhasil diselesaikan Polres Tanahlaut.

"Kita dapat laporan dari masyarakat dan memang tersangka ini merupakan bandar besar di Panyipatan," ujarnya.

Dalam penangkapan badar besar Panyipatan tersebut Polres Tanahlaut terangnya bekerjasama dengan Polsek Panyipatan dan meringkusnya saat transaksi di Jalan Pariwisata Desa Batakan Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanahlaut Kalimantan Selatan.(banjarmasinpost.co.id/Milna sari)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved