Bisnis Techno

Buruan Update WhatsApp Kamu! Spyware Israel Dikabarkan Meretas Aplikasi Pengiriman Pesan Ini

Aplikasi WhatsApp dari perusahaan sosial media besar Facebook pada hari Selasa (14/5/2019) mendesak para penggunanya untuk segera update

Buruan Update WhatsApp Kamu! Spyware Israel Dikabarkan Meretas Aplikasi Pengiriman Pesan Ini
shutterstock
Ilustrasi WhatsApp. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aplikasi WhatsApp dari perusahaan sosial media besar Facebook pada hari Selasa (14/5/2019) mendesak para penggunanya untuk segera update ke versi terbaru dari aplikasi layanan pengiriman pesan populernya.

Hal ini diberitakan oleh WhtasApp lantara sebuah laporan bahwa para pengguna bisa terkena retasan pemasangan aplikasi malware pada ponsel tanpa sepengetahuan pengguna.

"WhatsApp mendorong para pengguna untuk meng-update aplikasi ke versi terbaru dari aplikasi kami"

Baca: BREAKING NEWS - Dony Penghuni Rutan Palangkaraya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kecil

Baca: Ashanty Nekat Rambah Dunia Bisnis, Alasan Istri Anang Hermansyah Banyak Anak & Turunnya Job Menyanyi

Baca: Kenapa THR PNS, Polri, TNI & Pensiunan Dipastikan Tidak Cair 24 Mei 2019? Ini Penjelasan Lengkapnya


Fitur Terbaru WA 2019, Kini Pengguna Bisa Menolak Undangan Masuk Grup WhatsApp, Caranya Mudah Banget (WhatsApp)

"Serta menjaga sistem operasi ponsel tetap paling baru"

"Hal ini diimbau untuk melindungi terhadap potensi eksploitasi yang dirancang untuk mengkompromikan informasi yang tersimpan di perangkat seluler anda" kata seorang juru bicara WhatsApp.

"Kami terus bekerja bersama dengan mitra industri untuk menyediakan peningkatan keamanan terbaru untuk membantu melindungi pengguna kami."

Dikutip dari AsiaOne, melaporkan bahwa kerentanan di WhatsApp memungkinkan penyerang untuk menyuntikkan spyware pada ponsel dengan menelepon target menggunakan fungsi panggilan telepon aplikasi.

Bahkan spyware ini diketahui dikembangkan oleh perusahaan pengawasan cyber Israel NSO Group.

Ditanya tentang laporan itu, NSO mengatakan teknologinya dilisensikan kepada lembaga pemerintah yang berwenang "untuk tujuan tunggal memerangi kejahatan dan teror"

Ilustrasi WhatsApp Grup
Ilustrasi WhatsApp Grup (whatsappsociety.com)
Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved