Berita Tanahbumbu

Karyadi Bisa Hemat Anggaran Rp 26 Juta, UKK Siswa Bisa Gunakan Handphone Android

Kepala SMPN 1 Batulicin Karyadi menyebut, pihaknya tahun ini bisa mengefisiensikan penggunaan anggaran Rp 26 juta saat pelaksanaan UKK.

Karyadi Bisa Hemat Anggaran Rp 26 Juta, UKK Siswa Bisa Gunakan Handphone Android
banjarmasinpost.co.id/helriansyah
Kepala SMPN 1 Batulicin Karyadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Kepala SMPN 1 Batulicin Karyadi menyebut, pihaknya tahun ini bisa mengefisiensikan penggunaan anggaran Rp 26 juta saat pelaksanaan ujian kenaikan kelas (UKK).

Karyadi menyatakan efisien anggaran untuk pelaksanaan UKK, dimulai semester tahun ini pihaknya menyelanggarakan UKK dengan sistem digital atau online. Bukan manual seperti UKK tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan menggunakan sistem digital atau online ini, selain mudah yang jelas kami tidak lagi menfoto copy. Biasanya kalau menfoto copy sampai Rp 26 juta setiap pelaksanaan UKK," kata Karyadi kepada banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkan dia, sistem tersebut mulai dilaksanakan tahun ini dan sudah berjalan. Diikuti lebih kurang 500 siswa.

Memberikan kemudahan pelaksanaan UKK dengan sistem online, karena siswa bisa melakukannya menggunakan handphone android.

Baca: Pemangkasan Tarif Batas Atas Sudah Resmi, Harga Tiket di Banjarmasin Belum Turun Signifikan

Baca: Daftar Menu Sahur Berbahan Sederhana dan Praktis untuk Puasa Ramadhan 1440 H, Cocok untuk Keluarga

"Dari 500an siswa tidak memiliki android, mereka bisa memakai fasilitas di laboratorium komputer. Ada tersedia sekitar 81 unit," jelasnya.

Adapun sistem pemberian soal, tambah Karyadi, soal disebar secara acak melalui aplikasi yang sudah dibuat oleh IT sekolah.

"Penyebarannya (soal) melalui server. Karena siswa kan sudah memiliki aplikasinya masing-masing. Jadi tidak lagi sistem buku. Ini inovasi, baru SMPN 1 Batulicin melaksanakan. Ternyata lebih mudah dari yang kami bayangkan," katanya.

Selain memberikan kemudahan dan pengefisiensian anggaran pelaksanaan UKK. Tujuan inovasi ini untuk membiasakan dan mendidik siswa menggunakan informasi teknologi (IT).

"Jadi setelah di kelad 3 nanti, mereka tidak cangkung lagi. Apalagi sistem ini sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan disambut baik," tandas Karyadi.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved