Berita Banjarbaru

Polhut Dishut Kalsel ''Sikat'' Pertambangan Ilegal yang Masuk Areal Hutan di Kabupaten Tabalong

Tim melakukan tangkap tangan praktik penambangan tanpa izin di sekitar wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, Sabtu (11/5/2019) lalu.

Polhut Dishut Kalsel ''Sikat'' Pertambangan Ilegal yang Masuk Areal Hutan di Kabupaten Tabalong
HO/Humas Dishut Kalsel
Alat berat yang digunakan pada penambangan ilegal diamankan jajaran Polhut Kalsel di kawasan hutan Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pertambangan Illegal yang merambah ke kawasan hutan masih terjadi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengamanan barang bukti berupa alat berat yang diduga kuat sebagai alat untuk pengurukan Batubara oleh petugas Dinas Kehutanan Kalsel.

Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hariyadi, Kamis (16/5/2019) membenarkan bahwa petugas Dishut mengamankan alat berat diduga kuat untuk operasional pertambangan Illegal.

Disebutkan dia, pengungkapan tersebut adalah hasil operasi Pengamanan Kehutanan (Pamhut).

Tim melakukan tangkap tangan praktik penambangan tanpa izin di sekitar wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, Sabtu (11/5/2019) lalu.

Anggota Polisi Kehutanan (Polhut) mengamankan barang bukti berupa generator listrik dan mesin pompa kecil. Peralatan ini diduga kuat sebagai kelengkapan untuk proses penambangan. Tim juga menemukan stok batu bara hasil tambang.

Baca: Pemangkasan Tarif Batas Atas Sudah Resmi, Harga Tiket di Banjarmasin Belum Turun Signifikan

Atas temuan itu, tim melakukan penyegelan ditumpukan batu bara dan menerbitkan surat tanda penerimaan barang bukti kepada penguasa barang, dalam hal ini wakar atau penjaga yang berada di lokasi.

Masih berada di kawasan KPH Tabalong, tim juga tim berhasil mendeteksi tumpukan batu bara dan lubang tambang. Namun tidak ditemukan alat berat dan diduga kuat alat sudah dikeluarkan 1 hari sebelum kedatangan tim.

Tim akhirnya merobohkan pondok-pondok yang ada di lokasi untuk menghambat aktivitas penambangan. Lokasi ini jauh dari pusat kota dan tidak ada sinyal telepon seluler provider apapun, sehingga terbilang terisolir.

Tim menduga informasi giat ini telah bocor, sehingga penambang ilegal merapikan peralatan agar terhindar operasi tangkap tangan.

Selanjutnya, tim melakukan penelusuran dekat wilayah salah satu perusahaan kayu, di daerah Panaan. Di lokasi ditemukan adanya aktivitas penambangan di dalam kawasan hutan produksi. Di wilayah ini, tim tidak hanya kali ini saja mendapatkan alat berat beruapa eksavator.

Atas temuan tersebut tim lakukan olah TKP dan membawa alat berat beserta operator untuk dimintai keterangan lebih lanjut ke Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca: Daftar Menu Sahur Berbahan Sederhana dan Praktis untuk Puasa Ramadhan 1440 H, Cocok untuk Keluarga

Pengawalan terhadap alat berat dilakukan dengan memperhatikan faktor pengecohan, serta keamanan di jalan juga menjadi pertimbangan.

Hariyadi, menyampaikan pihaknya sangat serius untuk melindungi kawasan hutan dari berbagai pelanggaran hukum yang dapat menyebabkan kerusakan.

“Dengan adanya tindakan operasi ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pihak yang ingin berniat merusak hutan,” tegas Hariyadi. (banjarmasinpost.co.id /Lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved