BUMI BERSUJUD

Tanahbumbu Usulkan Lima Sekolah Calon Adiwiyata, 3 Tingkat Nasional dan 2 Tingkat Provinsi Kalsel

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu mengusulkan tiga sekolah calon Adiwiyata tingkat nasional tahun 2019.

Tanahbumbu Usulkan Lima Sekolah Calon Adiwiyata, 3 Tingkat Nasional dan 2 Tingkat Provinsi Kalsel
HO/Diskominfo Tanahbumbu
Kegiatan pengusulan lima sekolah calon Adiwiyata tingkat nasional di Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanahbumbu mengusulkan tiga sekolah calon Adiwiyata tingkat nasional tahun 2019.

Antara lain tiga sekolah diusulkan adalah SDN 1 Manunggal, Kecamatan Karang Bintang, SMAN 1 Satui, Kecamatan Satui, dan SMKN 2 Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat.

Selain itu tingkat nasional, dua sekolah lainnya diusulkan sekolah Adiwiyata tingkat provinsi Kalsel oleh DLH Tanahbumbu. Yaitu SMPN 1 Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, dan SDN 1 Sari Mulya, Kecamatan Sungai Loban.

"Tahun 2019 ini kita mengusulkan lima sekolah calon Adiwiyata. Tingkat provinsi dan nasional," kata Kepala DLH Tanahbumbu Rahmat Prapto Udoyo.

Diungkapkan Rahmat melalui Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Siti Fatimah saat Talk Show di Radio Swara Bersujud baru-baru ini.

Untuk itu, agar sekolah diusulkan berstatus Adiwiyata. Sambung Fatimah, DLH telah melaksanakan pembinaan dan penilaian terhadap dua sekolah yang dimaksud.

Penilaian berdasarkan empat komponen, delapan standar, dan 33 indikator Adiwiyata yang sudah dipenuhi masing-masing sekolah melalui kegiatan presentasi aplikasi Adiwiyata, sehingga bisa diusulkan menjadi calon sekolah adiwiyata tingkat provinsi 2019.

"Untuk calon sekolah Adiwiyata tingkat nasional tahun 2019 masih dalam penyiapan aplikasi Adiwiyata," jelasnya.

Tambah dia, berdasark grade nilai untuk masuk kategori sekolah Adiwiyata minimal atau lebih dari 64,00 sehingga bisa menjadi nominasi sekolah adiwiyata tingkat provinsi Kalsel tahun 2019.

"Untuk calon sekolah Adiwiyata tingkat nasional dengan grade nilai minimal 72,00," ungkapnya.

Dari itu, Fatimah berharap sekolah yang diusulkan mampu bersaing dan mempertahankan nilainya saat presentasi aplikasi adiwiyata tingkat provinsi yang diperkirakan bulan Juni 2019. Sedangkan tingkat Nasional sekitar Juli 2019.

Masih menurut Fatimah, karena menjadi sekolah Adiwiyata tidak mudah. Selain komitmen kepala sekolah, kerjasama, dan inovasi sekolah, serta dilihat dari perubahan perilaku warga sekolah dalam memenuhi upaya pelestarian lingkungan hidup, pencegahan kerusakan lingkungan, dan pencegahan pencemaran minimal di lini sekolah dan sekitarnya.

Selain itu, juga memenuhi administrasi Adiwiyata berupa dokumen yang termuat dalam aplikasi Adiwiyata.

Adapun penerapan perilaku ramah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, penanaman pohon/tanaman penghijauan, mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitarnya serta mencarikan solusi.

Dengan memecahkan isu sampah, energy, keanekaragaman hayati, air dan makanan atau dikenal dengan istilah sekam juga menjadi salah satu syarat yang dipenuhi untuk menjadi sekolah dengan status Adiwiyata. (*/Aol)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved