Berita Kabupaten Banjar

Bawaslu Banjar Mentahkan Laporan Caleg Dugaan Penggelembungan Suara, Alasannya karena ini

Bawaslu Banjar mementahkan laporan para caleg daerah pemilihan lima Kabupaten Banjar dikarenakan ada persyaratan yang tidak terpenuhi.

Bawaslu Banjar Mentahkan Laporan Caleg Dugaan Penggelembungan Suara, Alasannya karena ini
foto kiriman Bawaslu Banjar, M Syahrial Fitri
Bawaslu Banjar mementahkan laporan para caleg daerah pemilihan lima Kabupaten Banjar dikarenakan ada persyaratan yang tidak terpenuhi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bawaslu Banjar mementahkan laporan para caleg daerah pemilihan lima Kabupaten Banjar dikarenakan ada persyaratan yang tidak terpenuhi.

Laporan para caleg dapil lima meliputi Kecamatan Paramasan, Cintapuri Darussalam, Pengaron, Simpangempat, Mataraman, Telagabauntung, Sambungmakmur, Sungaipinang, dugaan terjadi penggelembungan suara.

"Ada persyaratan yang tidak terpenuhi," ucap Divisi Penindakan Bawaslu Banjar, M Syahrial Fitri.

Dijelaskannya, bahwa sebagaimana laporan yang disampaikan, setelah dilakukan penelitian dan pihaknya merapatkan sebagai tindaklanjut dari laporan tersebut.

Kemudian membuat kajian awal terhadap semua laporan yang disampaikan ke Bawaslu Banjar, karena ada beberapa syarat formil yang tidak terpenuhi dan syarat materil yang belum memenuhi terhadap pelaporan yang disampaikan.

Disebutkannya, laporan peserta pemilu pelapor Hadi Maulana dengan terlapor KPPS TPS 01 Desa Sumberbaru, perihal dugaan kecurangan KPPS dalam mengarahkan warga untuk mencoblos caleg tertentu pada 17 April 2019.

Baca: Balasan Tak Terduga Anang Saat Ashanty & Millendaru Disebut Mirip, Ayah Aurel Hermansyah Disorot

Baca: Daftar Kekejaman Pelaku Mutilasi Vera Oktaria, Kasir Indomaret, Jenazah Korban Nyaris Dibakar

Baca: Kesalahan Nagita Slavina yang Bikin Mama Rieta Menangis, Cek Pengakuan Dosa Istri Raffi Ahmad

Baca: Cara Mengisi Malam Nuzulul Quran Ramadhan 1440 H, Ini Ibadah yang Dilakukan Rasulullah SAW

Laporan Hj Erlina Ariati, terlapor KPU Kabupaten Banjar perihal dugaan pelanggaran kode etik oleh KPU Kabupaten Banjar dalam peristiwa dikeluarkannya pelapor dari tempat rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 di tingkat Kabupaten Banjar, Senin 6 Mei 2019.

Selain itu, Hj Erlina Ariati juga melaporkan PPK Cintapuri Darussalam, perihal dugaan kecurangan manipulasi penggelembungan suara, Rabu 24 April 2019.

Hj Erlina Ariati juga melaporkan PPK Mataraman, dugaan kecurangan manipulasi penggelembungan suara, Selasa 16 April 2019.

Serta melaporkan dugaan kecurangan pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh salah satu caleg terkait cara mendapatkan surat keterangan kesehatan dari rumah sakit.

Bawaslu Banjar juga menerima laporan dari Dairobi Khalilurrahman atas dugaan kecurangan penggelembungan suara di Dapil 2 pada Jumat 10 Mei 2019, terlapor Hermani.

Pihaknya juga menerima laporan M Fadli atas terlapor HM Solikin perihal dugaan penggelembungan suara dengan cara mengubah atau memindahkan suara dari suara partai ke suara caleg.

"Laporan yang kami terima kebanyakannya terkait penggelembungan suara," imbuh Syahrial.

Caleg Dapil 5, Aliansyah mengatakan, dirinya mempertanyakan komitmen dan keberanian Bawaslu dalam mengungkap dan menindaklanjuti semua laporan yang terjadi selama Pemilu berlangsung.

Dikatakannya, semestinya setelah laporan masuk pelapor diberi informasi apa saja kelengkapan yang harus dipenuhi sehingga terjalin komunikasi yang saling melengkapi antara Bawaslu dan pelapor. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved