Rahamdhan 1440 H

Diproduksi Bila Datang Ramadan, Bingka Keraton Rantau Ini Bertahan Sejak 1970

aji Muhammad Sirajul Munir, warga Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, bergegas menuju Jalan Keraton, Kelurahan Rantau Kanan

Diproduksi Bila Datang Ramadan, Bingka Keraton Rantau Ini Bertahan Sejak 1970
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
H Muhammad Sirajul Munir saat membeli kue bingka Hj Ifah Fauzan di Jalan Keraton, Rantau Kanan, Tapin Utara, Kamis (16/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Haji Muhammad Sirajul Munir, warga Kelurahan Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, bergegas menuju Jalan Keraton, Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

"Masih adakah. Aku dapat informasi kalau tidak siang datang, sore pasti kehabisan bingka. Makanya aku datang siang," ujar pensiunan anggota Polri berpangkat Sersan Kelapa ini.

Haji Muhammad Sirajul Munir mengaku sejak 1976 lalu, setiap ramadan membeli kue atau wadai bingka kesukaannya dan keluarganya.

"Apabila di rumah ingin berbuka kue bingka, saya menyempatkan mampir di Jalan Keraton, produksi bingka Hj Ifah Fauzan," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Kue bingka Hj Ifah Fauzan hanya melayani pesanan setiap hari selama Ramadan hingga 100 loyang. Jika sepi order, produksinya dijual di Pasar Ramadan setiap hari 50 loyang bingka berbagai rasa.

Baca: Menu Ramadhan 1440 H, Buntut Sawi Hijau Pedas Persiapan Menu Favorit Nasa Hotel

Baca: Menu Ramadhan 1440 H, Ketupat Balamak Jadi Sajian Khas Pasar Ramadhan di HSS, Ada 4 Varian Sambelnya

Baca: Daftar Menu Sahur Praktis Khusus Anak Kos, Makanan Murah dan Mudah di Ramadhan 1440 H

Putri Hj Ifah Fauzan, Mahmudah mengaku produksi kue bingka itu meneruskan usaha neneknya. Neneknya bernama Rohani terkenal pembuat kue bingka Keraton.

Sri, pengadon kue bingka Hj Ifah Fauzan menunggu pelanggan membeli Bingka hasil adonan
Sri, pengadon kue bingka Hj Ifah Fauzan menunggu pelanggan membeli Bingka hasil adonan (Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid)

"Nenek Rohani dulunya terkenal pembuat kue bingka di Rantau sekitar 1970 an. Kini usaha itu diteruskan oleh mama dan keluarga. Nenek menjual bingka itu khusus ramadan saja," katanya.

Hj Ifah Fauzan, mengaku usaha kuliner produksi bingka itu sudah lintas generasi penikmatnya. Dahulu warisan resep dari ibunya. Rasa dan nikmatnya tidak berbeda tetap dipertahankan sehingga masih diminati.

"Ini memang usaha keluarga. Setelah ibu saya meninggal dunia, usaha berdagang kue bingka ini saya teruskan. Saya dibantu kerabat saya hanya dua orang, satu tukang adon dan satunya tukang bakar," katanya.

Sri, mengaku Hj Ifah Fauzan adalah iparnya karena menikah dengan adiknya. Sejak 1990 sudah ikut dengan mertuanya, almarhumah Rohani membuat kue bingka.

"Saya ikut almarhum mertua itu dari harga satu loyang bingka itu Rp 1.750 hingga kini Rp 35.000. Varian rasanya bingka tetap, bingka kentang, bingka telur, bingka tapai dan bingka kelapa muda," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved