Pemilu 2019

Kuasa Hukum Kader Demokrat Ini Kritisi Pemanggilan Bawaslu Provinsi Kalsel

Terlapor dugaan pelanggaran Pemilu 2019 yaitu Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dari Partai Demokrat, A Herru

Kuasa Hukum Kader Demokrat Ini Kritisi Pemanggilan Bawaslu Provinsi Kalsel
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Herru Kurniawan (kanan), Caleg DPRD Kota Banjarmasin hadir bersama (kiri) Kuasa Hukumnya, Zamrony di Bawaslu Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Terlapor dugaan pelanggaran Pemilu 2019 yaitu Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dari Partai Demokrat, A Herru Kurniawan sambangi Kantor Bawaslu Provinsi Kalsel, Jumat (17/5/2019).

Tiba bersama kuasa hukumnya, Zamrony, Herru datang memenuhi panggilan Bawaslu Provinsi Kalsel untuk lakukan klarifikasi atas dugaan pelanggaran Pemilu 2019.

Namun, Zamrony kritisi pemanggilan Bawaslu Provinsi Kalsel terhadap kliennya. Dimana menurut Zamrony, seharusnya laporan terhadap kliennya sudah tak lagi berlaku alias kedaluwarsa menurut aturan.

Pasalnya dugaan pelanggaran Pemilu yang disangkakan terhadap kliennya menurut pelapor terjadi sebelum Hari H pemungutan suara Pemilu 2019, sedangkan laporan baru dibuat jauh setelah dugaan hari terjadinya pelanggaran berlalu.

"Ini bisa dilihat di Pasal 454 Ayat 6 Undang-Undang Pemilu dan ada juga di Peraturan Bawaslu sendiri yang nyatakan laporan pelanggaran Pemilu disampaikan paling lama tujuh hari kerja sejak diketahui terjadinya dugaan pelanggaran Pemilu," kata Zamrony.

Baca: NEWSVIDEO - Wakar di Komplek HKSN Ditemukan Tewas Dalam Pos Jaga, Sempat Pamit Ingin Gantung Diri

Baca: Embat Rp 21 Juta, 2 Pelaku Spesialis Bongkar Jok Sepeda Motor di HSU Ini Dihadiahi Timah Panas

Baca: Jadwal Imsak & Azan Subuh 13 Ramadhan 1440 H Sabtu (18/5) di Jakarta, Surabaya, Bandung & Yogyakarta

Namun Walau demikian, Zamrony bersama kliennya tetap memberikan klarifikasi kepada Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhanie.

Selama kurang lebih tiga jam menurut Zamrony pihaknya ditanyakan sebanyak lima puluh pertanyaan oleh Komisioner Bawaslu yang didampingi pihak Kepolisian dan Kejaksaan.

"Kami tetap datang dan kooperatif. Kami informasi kan semua hal yang kami ketahui," kata Zamrony.

Menurut Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar, pihaknya melakukan klarifikasi ke semua pihak termasuk para terlapor setelah sebelumnya pihak pelapor dan saksi sudah menjalani proses yang sama.

Azhar nyatakan belum bisa memberikan keterangan terkait perkembangan kasus karena pihaknya kembali akan melakukan pengkajian dan memanggil terlapor selanjutnya, Habib Ahmad Bahasyim.

Habib Ahmad Bahasyim yang juga merupakan kader Partai Demokrat sebagai terlapor direncanakan akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi pada Senin (20/5/2019).

A Herru Kurniawan dan Habib Ahmad Bahasyim merupakan kedua terlapor atas dugaan pelanggaran pelanggaran Pemilu 2019 yang dilayangkan oleh peserta Pemilu 2019 lainnya, Calon Anggota DPD RI Provinsi Kalsel, Adhariani. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved