Berita Banjarbaru

Progres Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Capai 75 Persen, Dadang: Hujan Bawa Pengaruh

Oktober sampai November 2019 proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kalsel ditarget selesai.

Progres Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Capai 75 Persen, Dadang: Hujan Bawa Pengaruh
HO/Humas PPDJ Syamsuddin Noor-
Foto Udara dari pengembangan proyek Bandara Syamsudin Noor, tampak dari atas kelihatan landscape yang menyerupai intan atau batu permata. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Oktober sampai November 2019 proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, Kalsel ditarget selesai.

Seiring selesainya itu, diharapkan status Bandara juga meningkat menjadi bandara internasional.

General Manager (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuti, Jumat (17/5/2019) menjelaskan dua hal tersebut menjadi catatan utama pihak PT AP 1 Syamsudin Noor.

Menurut Indah Preastuty saat ini pekerjaan paket I telah mencapai 75 persen. Sedangkan untuk proses pengerjaan terminal baru sudah 50 persen.

Dia menjelaskan, nantinya, pengerjaan yang paling memakan waktu ialah proses penyelesaian terminal.

Sebab pengerjaannya perkampungan hanya dengan tangan, jadi akan lebih lama.

Project Manager Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Angakasa, Dadang Dian, menjelaskan proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru ini terbagi dalam 2 tahap.

Baca: Jadwal Imsak & Azan Subuh 13 Ramadhan 1440 H Sabtu (18/5) di Jakarta, Surabaya, Bandung & Yogyakarta

Baca: THR PNS Pemko Banjarmasin Dibayarkan 24 Mei Ini, Jumlahnya Rp 24 Miliar

Baca: Hasil FP2 dan FP 1 MotoGP Prancis 2019, Maverick Vinales Tercepat, Marc Marquez dan Valentino Rossi?

Baca: Bandingkan Wajah Maia Estianty & Mulan Jameela Jadi Pria, Rupa Mengejutkan Maia & Istri Ahmad Dhani

Pertama, paket II yang sedang berjalan pembangunan infrastruktur, bangunan penunjang dan apron dengan luasan pengembabgan seluas delapan ribu 134 meter persegi. Sedangkan paket satu yakni pembangunan terminal dan fasilitas penunjangnya dengan luasan pengembangan 65.284 meter persegi.

"Untuk Paket 1, yang meliputi gedung terminal dilaksanakan kontraktor PP dan Wika, UntukPaket 2, yang berupa infrastruktur bangunan penunjang dan perluasan aprron yang dikerjakan oleh NKE," kata Dadang Dian.

Dijelaskan dia, progres untuk paket I, karena masih baru dikerjakan pada Mei 2018 memang belum nampak fisik.

Untuk paket dua, sambungnya, pekerjaan infrastruktur penunjang.

Faktor hujan memberikan pengaruh Progres. Tapi overall sesuai target di 2019 selesai.

Walapun hujan, sambung Dadang, Proyek akan tetap kebut dikerjakan. "Ada pekerjaan pekerjaan yang harus dilakukan yang tak terhalang hujan kita harus kerjakan untuk kerjar waktu," kata Dadang Dian.

Menurut Dadang nanti berkonsep green airport karena penerangan sistem sky light. Penerangan cukup sinar matahari.

Pada proyek juga sudah melibatkan total subkontraktor saat ini 90 subkon. 60 persen lokal, luar Kalimantan sisanya. Total tenaga kerja saat ini 840 orang, 55 persen lokal.

Diketahui paket II ini yakni pembuatan bangunan penunjang, seperti kargo dan EMPU, airport service building, gedung PKP-PK, masjid/mushola, security office, gedung ACS, workshop, administration building dan klinik. Kemudian, gedung meteorologi, trafo dan chiller, incenerator, power house, trafo penunjang, pos satpam, GWT dan ruang pompa, STP, gardu listrik, EOC Building, gerbang tol, shelter bus dan taksi. (banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved