Berita Tanahlaut

Riono Sudah Biasa Tanpa Penumpang ke Batakan, ''Walau Kosong Tetap Harus Bolak Balik''

Riono Asnan pasrah dan memilih tidur siang menunggu penumpang yang ingin ikut berangkat naik busnya.

Riono Sudah Biasa Tanpa Penumpang ke Batakan, ''Walau Kosong Tetap Harus Bolak Balik''
Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Bus perintis DAMRI di Kabupaten Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Riono Asnan pasrah dan memilih tidur siang menunggu penumpang yang ingin ikut berangkat naik busnya.

Ia mengaku pasrah jika tak ada penumpang yang akan naik busnya siang hari menuju Batakan Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan.

"Ya begini lah, masih kosong belum ada yang naik," ujar Riono kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (17/5/2019).

Terlebih saat Ramadhan kini sebut Riono sudah beberapa kali ia tak mendapatkan penumpang. Selama Ramadhan bus perintis DAMRI yang berjalan di trayek Pelaihari menuju Batakan dan sebaliknya sepi.

Sehari terang Riono sekali berangkat atau pulang ia maksimal bisa membawa tiga penumpang. Bahkan tak jarang ia membawa bus kosong terlebih jurusan Pelaihari Batakan.

Baca: BREAKING NEWS - Polres Balangan Gagalkan Peredaran 1,2 Kilogram Sabu, 2 Pelaku dari Kaltim Diamankan

Baca: Helm Hilang, Eka Melapor ke Banjarmasin Command Center, Ternyata Orang Ini Pencurinya

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Kebangkitan Nasional #Harkitnas 2019, Pas Untuk Instagram, Facebook dll

"Walau kosong ya tetap harus bolak balik juga," ujarnya.

Sudah beberapa bulan ini DAMRI bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Tanahlaut menyediakan bus perintis tujuan Batakan dan Takisung. Bus perintis ini diharapkan menciptan menghidupkan kembali kebiasaan dan kebutuhan masyarakat akan angkutan umum.

Setiap hari bus dengan dua tujuan ini dua kali bolak-balik dari Pelaihari menuju Batakan dan menuju Takisung. Meskipun tak ada penumpang bus tetap harus dioperasikan dua kali dalam sehari.

Bus perintis ini kedepannya terang Kadishub Kabupaten Tanahlaut, Andris Evony bakal menjadi bahan studi untuk pengaktifan angkutan kota dan angkutan desa.

"Tentu angkot dan angdes yang lebih berperan dalam melayani kebutuhan transportasi masal kedepannya," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved