Pilpres 2019

Seruan Visum Petugas KPPS Pilpres 2019 Oleh Prabowo Ditolak Keluarga, Ini Kata Sandiaga Uno

Seruan Visum Petugas KPPS Pilpres 2019 Oleh Prabowo Ditolak Keluarga, Ini Kata Sandiaga Uno

Seruan Visum Petugas KPPS Pilpres 2019 Oleh Prabowo Ditolak Keluarga, Ini Kata Sandiaga Uno
KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa simpatisan saat kampanye terbuka di Lapangan GOR Wisanggeni, Tegal, Jawa Tengah, Senin (1/4/2019). Kampanye tersebut dihadiri ribuan pendukung serta simpatisan dari berbagai parpol pengusung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seruan Visum Petugas KPPS Pilpres 2019 Oleh Prabowo Ditolak Keluarga, Ini Kata Sandiaga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menanggapi soal adanya dari seruan dari Prabowo untuk dilakukan pemeriksaan visum kepada petugas KPPS Pilpres 2019 yang meninggal pada Pemilu 17 April kemarin.

Menurut wakil Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, kejadian banyaknya petugas KPPS Pilpres 2019 yang meninggal adalah sebuah musibah.

Bagi Sandiaga Uno, pemeriksaan visum pun merupakan kewenangan dari keluarga masing-masing almarhum (petugas KPPS di Pilpres 2019).

Baca: UPDATE Hasil Real Count KPU Terbaru Jumat (17/5) Malam, Ini Data Jokowi vs Prabowo di Pilpres 2019

"Ini musibah dan ini kewenangan keluarga masing-masing, suatu hal yang pribadi sekali ranahnya, tentu ada di ahli-ahli medis. Tentunya semuanya pulang kepada keluarga masing-masing," kata Sandi, usai mengunjungi kediaman ketua KPPS almarhum Selamat Riadi (66), yang terletak di Jalan Eka Bakti Nomor 22 Kelurahan Ilir D-1 Sekip, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (17/5/2019).

Sandi menyampaikan, dari hasil kunjungannya di kediaman Selamat Riadi yang meninggal saat menjadi ketua KPPS 031 pada 17 April kemarin, penyebab almarhum meninggal karena faktor kelelahan.

"Almarhum ini pekerja keras, bukan hanya ketua KPPS, tapi juga ketua RT, ketua masjid juga, jadi memang bebannya berat, sehingga beliau kelelahan. Ini jadi catatan, dari putri beliau tadi juga minta agar ada evaluasi sehingga ke depan Pemilu berjalan lebih baik dan jadwalnya tidak membebani," ujar dia.

Dia mengatakan, pihak Ikan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan surat edaran untuk dilakukan evaluasi medis dalam penanganan para petugas KPPS yang masih dirawat, agar jumlah yang meninggal tidak bertambah.

"Evaluasi ke depan agar lebih baik lagi, jatuh korban hampir 600. Pemilu ini paling banyak makan korban," ujar dia.

Sementara itu, Fitrianti Pratiwi yang merupakan anak dari Selamat Riadi, menolak adanya seruan untuk dilakukan visum terhadap petugas KPPS yang meninggal.

Prabowo - Sandiaga Uno Pilpres 2019
Prabowo - Sandiaga Uno Pilpres 2019 (wartakota.com)
Halaman
12
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved