Kriminalitas Tapin

Terbukti Layani Pria Hidung Belang, Pekerja Warung Malam di Tapin Diputus Hakim Cuma Bayar Segini

Lima pekerja warung malam di Kabupaten Tapin terbukti melakukambtindak pidana ringan, bersalah melanggar peraturan daerah Kabupaten Tapin.

Terbukti Layani Pria Hidung Belang, Pekerja Warung Malam di Tapin Diputus Hakim Cuma Bayar Segini
Satpol PP dan Damkar Tapin
Lima perempuan pekerja warung malam diajukan ke hadapan hakim Pengadilan Negeri Rantau, Kabupaten Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Lima pekerja warung malam di Kabupaten Tapin terbukti melakukambtindak pidana ringan, bersalah melanggar peraturan daerah Kabupaten Tapin.

Dari lima perempuan yang diajukan ke hadapan hakim Pengadilan Negeri Rantau itu, tiga merupakan pekerja warung malam dan dua disebut mami yang melayani pria hidung belang di warungnya pada malam Ramadan.

Hakim tunggal, Indra yang memeriksa perkara para pekerja warung malam di Kabupaten Tapin itu akhirnya diputus masing-masing membayar denda Rp 300 ribu dan Rp 5000 uang perkara.

Penyidik Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Yus Sudarmanto dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (17/5/2019) membenarkan putusan hakim masing-masing pelaku asusila didenda Rp 300 ribu.

Yus Sudarmanto berharap putusan hakim Pengadilan Negeri Rantau memberi efek jera bagi para pelaku agar tak lagi berbuat asusila di warung malam.

Baca: Katahuan Buang Sajam di Warung Jablai, Syaifullah Langsung Diamankan di Polsek Kertak Hanyar

Baca: Klaim Hak Kalsel Atas Hasil Eksplorasi Migas di Kawasan Pulau Lari-Larian Masuki Babak Baru

Baca: Ditinggal Pergi, Rumah Junaidi di Muara Banta Tengah HSS Roboh Akibat Longsor ‎

Seperti diwartakan sebelumnya, operasi penyakit masyarakat bersandi Sikat Intan 2019 selama dua pekan di wilayah hukum Polres Tapin bersinergi dengan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin menemukan sembilan perempuan.

Sembilan perempuan itu pergoki di warung malam di wilayah Kecamatan Tapin Selatan dan Kecamatan Bungur. Dari sembilan itu empat tidak memiliki membawa KTP elektronik dan hanya sebagai pekerja atau pelayan di warung malam, Rabu (15/5/2019) dini hari.

Sedangkan lima pekerja warung malam yang diajukan Satsabhara Polres Tapin dan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin karena diduga melakukan praktek asusila dan memfasilitasi praktek asusila. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved