Kanal

'Bola Salju' Terus Bergulir di Katingan

Ilustrasi - BPost Cetak

SETELAH penyelidikan dihentikan oleh Polda Kalteng karena laporan dicabut, bukan berarti kasus dugaan perzinaan Bupati Katingan bakal segera berakhir. Bak bola salju, kasus ini terus menggelinding seiring terus munculnya desakan pemakzulan dari perwakilan masyarakat setempat.

Satu di antaranya dengan berlanjutnya masalah ini ke jalur adat. Hal ini ditegaskan Sekretaris Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, Yansen A Binti, saat berbicara dengan sejumlah warga Katingan yang mengadukan kasus tersebut kepada pengurus DAD Kalteng, Senin (30/1).

Yansen mengatakan, majelis hakim adat akan diisi oleh para damang dan mantir adat yang merupakan tokoh masyarakat adat Kalteng. Jadi jangan khawatir, pihaknya pasti menindaklanjuti laporan warga dan memproses kasus Bupati Katingan tersebut sesuai hukum adat yang berlaku di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan bahan dan data-data terkait masalah tersebut setelah itu akan membentuk majelis hakim untuk melakukan sidang adat untuk mengadilinya.

Sebenarnya, kasus itu sebelumnya telah dibahas di DPRD Katingan dan membentuk panitia khusus (pansus) soal dugaan perbuatan tercela Bupati Katingan Yantenglie.

Ada tiga pansus yang dibentuk. Pansus pertama bertugas mena­ngani bupatinya. Pansus kedua menangani masalah pelang­garan adat dengan meminta masukan para tokoh masyarakat. Sedangkan pansus terakhir menelusuri dari sisi hukumnya, misalnya masalah berita acara pemeriksaan yang berada di kepolisian.

Mereka dijadwalkan bekerja selama 15 hari kerja setelah dibentuk, yang secara teknis dimulai 18 Januari 2017.

Bagaimana hasilnya? Sejauh ini, belum diketahui kesimpulan akhir yang diputuskan oleh pansus. Padahal, beberapa waktu lalu anggota pansus telah cukup banyak belajar dari kasus Aceng Fikri dengan melakukan studi banding ke Garut, Jawa Barat.

Pansus juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Katingan H Ahmad Yantenglie, Farida Yeni, hingga suami dari Farida Yeni yang sebelumnya menjadi pelapor kasus perzinaan.

Jika melihat pada perkembangan penyelidikan yang dilakukan di DPRD Katingan yang hingga kini masih dilakukan, kemungkinan pada Februari hasilnya bisa diketahui publik. Namun munculnya gejolak di daerah, merupakan sebuah keniscayaan yang secara tidak langsung dapat memberikan dampak pada program pembangunan.

Bahkan, Bupati Ahmad Yantenglie sempat disarankan Ketua Fraksi Gantang Nyaru DPRD Katingan Karyadi Panji, Jumat (21/1), agar kembali aktif masuk kantor. Itu disebabkan, nasib pegawai kontrak di daerah itu yang dipertaruhkan sehingga mereka belum menerima gaji dan belum jelas perpanjangan masa kontraknya untuk tahun ini.

Ibarat sinetron, publik harus menunggu bagaimana akhir dari cerita ini. Para pemain sedang memerankan karakter masing-masing. Tapi alur cerita akan sangat menjemukan, apabila dalam perjalanannya bermunculan intrik antiklimaks alias tanpa penyelesaian. (*)

Editor: BPost Online
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Video Viral Polisi Sempatkan Diri Beribadah ketika Bertugas di Belakang Suporter Bola

Berita Populer