Kanal

NEWSVIDEO: Tren Behel, Rela Nyeri Demi Gigi Rapi

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selama satu minggu dan diselenggarakan di Bandung, Maulidin yang berasal dari Jember sengaja datang ke kota Paris Van Java itu untuk selembar sertifikat. Ia juga membawa serta surat izin usaha ahli gigi dari Pemerintah Kabupaten Jember.

Cerita Maulidin, seminar gigi itu dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dan dokter gigi serta tekhneker (wakil spesialis dokter).

Sambil merawatkan gigi seorang pasiennya, Maulidin, tukang gigi SHS yang melakukan prakteknya di Jalan Kuripan gang Sepakat Banjarmasin mengatakan ia jarang sekali melakukan pemasangan behel. Hanya saja kebanyakan pasiennya yang datang merupakan korban dari tukang pasang behel abal-abal, Jumat (5/5/2017).

"Biasanya pasien yang datang itu mereka yang behelnya tidak rapi, lalu minta dirapikan, meski harus dibongkar dan pasang ulang, " jelasnnya.

"Kalau gigi berantakan, maju mundur dan maju tapi miring, untuk biaya perawatan sampai Rp 3.000.000. Kalau yang standar saja, Rp 1.500.000," ucapnya.

Pada kondisi tertentu pula, Maulidin tidak mau memasang behel sebelum pasien melakukan rongen pada gigi. Hal itu ia takutkan karena ia khawatir akan salah memasang behel pada si pasien. Ia takut pemasangan brackets tidak tepat di gigi si pelanggan.

"Dikasus tertentu semisal gigi tumpang, gigi harus di rongen dulu , baru ketemu dimana saya bisa meletakan brackets atau mata-mata behel," jelasnya.

Sementara itu, Ade, Mahasiwa UIN Antasari yang saat itu melakukan perawatan behelnya di tukang gigi SHS yang dimiliki Maulidin mengaku puas dengan hasil kerja tukang gigi tersebut.

Sebelumnya ia pernah mengalami kerusakan pada gigi akibat memasang behel di tukang gigi sembarangan. Gigi bagian atas Ade yang sebelumnya ia inginkan mundur, malah mengalami penurunan dan semakin berantakan.

Namun atas rekomendasi dari seorang teman, ia mendatangi tempat pemasangan behel di tukang gigi SHS. Ia pun mengaku tidak jera untuk kembali terlibat dengan tukang gigi.

Kali ini ia mengatakan lebih perhatian untuk memilih tukang gigi tempat ia memasang behel.

"Kalo tukang gigi ya gak sembarang tukang gigi juga, nyari yang udah ada izin dan sertifikat. Di tempat yang sekarang kan alhamdulillah udah ada sertifikat sama izinnya, jadi lebih percaya aja, " jelas Ade ketika selesai memasang pengganti karet behelnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/Isti Rohayanti)

Editor: Syaiful Akhyar
Sumber: Banjarmasin Post

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer