Kanal

Menindak Truk Bandel

new-Tajuk-harian - BPost Cetak

DILARANG tapi tetap membandel? Seperti diberitakan Harian Banjarmasin Post edisi Jumat (30/6), Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 2717/AJ.201/DRJD/2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan telah truk besar melintas di jalan-jalan kota selama mudik dan balik Idulfitri 2017.

Peraturan yang meminta operasional truk besar ditunda sampai 3 Juli 2017 tersebut jelas telah mengakomodasi keluhan warga mengenai keberadaan truk besar-truk besar yang sering membuat macet jalan dan membuat takut pengguna jalan lainnya.

Tentu aturan tersebut memberikan perlakuan berbeda bagi truk besar-truk besar yang memang diperuntukkan bagi keperluan penting, seperti angkutan bahan bakar minyak, bahan bakar gas, angkutan pos, sembako dan angkutan khusus lainnya.

Nah, kalau kemudian ditemukan masih ada truk besar yang membandel melalui jalan dalam kota dan dipastikan telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas, serta bakal mengganggu arus balik pasca-Lebaran 2017, jelas harus diberi tindakan tegas.

Keberadaan truk besar-truk besar di jalan raya bukan hanya dikeluhkan saat mudik dan balik Lebaran. Sejak beberapa waktu lalu, keberadaan kendaraan besar tersebut telah membuat jalan-jalan umum di Kalimantan Selatan mengalami kerusakan lebih cepat.

Tentu kita masih ingat maraknya angkutan batu bara menggunakan jalan umum saat mengangkut hasil tambang emas hitam tersebut. Akibatnya, jalan-jalan raya di beberapa kabupaten mengalami kerusakan parah.

Kehadiran truk batu bara tersebut juga membuat macet dan debu yang mengganggu pernapasan warga setempat. Munculnya keputusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang melarang semua angkutan khusus batu bara dan sawit melalui jalan negara, telah menghentikan segala ‘kengerian’ bagi warga Banua tersebut.

Selesai urusan truk batu bara, beberapa waktu lalu muncul lagi angkutan semen yang melintas di jalan umum. Disinyalir angkutan truk yang melebihi muatan tersebut lah yang menjadi penyebab cepat rusaknya jalan-jalan yang ada di kawasan Hulu Sungai.

Beruntung, sebelum kerusakan yang terjadi terlalu parah, pemerintah daerah di Tabalong dan Balangan menghentikan semua aktivitas angkutan semen yang melintas di wilayah mereka.

Dari beberapa kejadian yang melibatkan angkutan berbadan besar di jalan umum, diperlukan ketegasan berbagai pihak terkait guna menertibkannya. Pun terkait Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor 2717/AJ.201/DRJD/2017 agar arus mudik dan balik Lebaran 2017 lebih tertib.

Harapannya tentu agar kenyamanan warga yang sedang menikmati liburan Lebaran bisa tenang bepergian, baik saat mudik maupun balik dari kampung halaman. Juga saat mereka bepergian mengunjungi tempar wisata, tak akan takut bakal berpapasan dengan truk besar di jalan raya.

Semoga arus balik Lebaran tahun ini bisa lancar dan semua pemudik bisa selamat kembali dari kampung halaman mereka. (*)

Editor: BPost Online
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer