Kanal

Sorak-sorai Perparkiran

Tajuk Bpost - BPost Cetak

PEMILIK kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, tidak bisa menuntut ganti rugi kepada pengelola parkir apabila kendaraannya hilang saat diparkir. Itu dikarenakan pengelola parkir punya ‘undang-undang’ sendiri; barang hilang bukan tanggung jawab pengelola parkir.

Itu dulu. Sekarang ‘undang-undang’ buatan pengelola parkir ini tidak berlaku lagi. Para pengelola parkir tidak bisa lagi melepas tanggung jawabnya terhadap kendaraan bermotor yang hilang saat di tempat parkir. Dengan kata lain mereka wajib mengganti kendaraan bermotor yang hilang saat diparkir.

Sorak-sorai pengelola parkir tersebut kini sirna, menyusul terbitnya putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) RI atas putusan Peninjauan Kembali yang diajukan PT Securindo Packatama Indonesia (SPI) pengelola Secure Parking. MA memenangkan gugatan Anny R Gultom, belum lama tadi. SPI diwajibkan mengganti kendaran milik Anny yang hilang saat dalam tanggung jawab SPI.

Melalui putusan Peninjauan Kembali (PK) itu, setiap penyedia layanan parkir wajib mengganti kendaraan yang hilang dengan sejumlah uang senilai kendaraan yang hilang. Dengan demikian, pengelola parkir tidak lagi dapat berlindung dengan ‘undang-undang’ yang berbunyi; barang hilang bukan tanggung jawab pengelola parkir.

Dengan adanya putusan ini pantaslah kalau pengguna jasa parkir bersorak-sorai. Apa yang mereka idamkan selama ini sudah terwujud. Sebelumnya mereka hanya makan hati atas ulah pengelola parkir.Selama ini masyarakat pengguna kendaraan bermotor direpotkan dan dikesalnya oleh para pengelola parkir.

Dikatakan direpotkan, masih ada pengelola parkir yang hanya memungut uang parkir, tapi mengabaikan kewajibannya. Misalnya, saat masuk wilayah perparkiran, pemilik mobil diwajibkan membayar uang parkir. Setelah itu pemilik mobil dibiarkan mencari sendiri tempat parkirnya. Pengelola parkir tidak peduli apakah si pemilik mobil dapat tempat parkir atau tidak.

Dikatakan kesal, si pengelola parkir membiarkan para juru parkir melakukan pungutan ‘liar’ kepada pemilik mobil. Itu dilakukan setelah pemilik mobil mau meninggalkan lokasi parkir. Gilanya, juru parkir ini tidak jujur. Diserahkan uang yang nilai di bawah aturan yang berlaku, mereka marah. Tapi apabila diserahkan uang di atas aturan yang berlaku, mereka diam dan tidak mau mengembalikan uang kembalinya.

Karena putusan MA ini masih baru, ada baiknya instansi yang terkait dengan perparkiran melakukan sosialisasi kepada para pengelola parkir, baik yang dikelola secara profesional seperti di mal atau di hotel-hotel maupun tidak profesional seperti di depan warung atau toko yang ada di tepi-tepi jalan. Jika tidak, sorak-sorai perpakiran ini akan menimbulkan masalah baru. (*)

Editor: BPost Online
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer