Kanal

Semangat Baru Harapan Baru

Ilustrasi - BPost Cetak

SESUATU yang baru selalu membawa semangat baru pula. Begitu halnya pergantian tahun masehi yang selalu dibarengi suka cita dan spirit baru. Hari ini, Senin (1/1), adalah awal menapaki rentang waktu tahun 2018 yang penuh harapan.

Gegap gempita keceriaan menyongsong tahun baru harus dimaknai dengan keceriaan dan optimisme tinggi menatap masa depan. Capaian yang telah digenggam kurun waktu 2017 harus lebih ditingkatkan lagi pada 2018, karena orang beruntung adalah yang mampu menorehkan hal lebih baik dibanding sebelumnya. Sebaliknya, merugi jika hari ini lebih buruk dari kemarin.

Pemerintah selaku penyelenggara pemerintahan yang mengatur dan melayani hajat hidup orang banyak (masyarakat) diharapkan kian intens meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan publik. Termasuk persoalan infrastruktur yang hingga detik ini masih menjadi permasalahan klasik yang seolah tak pernah tertuntaskan.

Bahkan pada pengujung 2017, publik di Kalimantan Selatan dan Tengah dikejutkan oleh runtuhnya jembatan poros di jalur Trans Kalimantan yang menghubungkan Kota Sampit (Kotawaringin Timur)-Kota Pangkalanbun (Kotawaringin Barat). Sebagaimana berita Banjarmasin Post edisi Minggu (31/12/2017), musibah itu terjadi Sabtu (30/12) subuh.

Jembatan vital yang terletak di Jalan Jenderal Soedirman Km105 Desa Rungauraya, Kecamatan Danauselunuk, Kabupaten Seruyan, tersebut runtuh di bagian salah satu sisi tepinya sehingga praktis tak bisa dilintasi kendaraan bermotor. Lalu lintas pun dialihkan melalui jalanan perkebunan kelapa sawit setempat.

Musibah itu seolah menjadi isyarat alam agar manusia lebih mawas diri dan lebih bersahabat dengan alam (lingkungan). Masih ada pembangunan fisik, termasuk infrastruktur, di Banua ini yang dibangun tanpa perencanaan memadai sehingga akhirnya terbengkelai dan mubazir.

Di Kalimantan Selatan, pada rentang waktu hingga beberapa tahun mendatang ada empat megaproyek fisik yang bakal dituntaskan dan atau dimulai pengerjaannya yakni pengembangan Bandara Syamsuddin Noor di Banjarbaru. Bandara ini akan menjadi yang termegah di Pulau Kalimantan dan ditargetkan rampung dan bisa dimanfaatkan publik pada 2019 mendatang.

Tiga megaproyek lainnya yaitu yang juga masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) di Kalsel yaitu pengembangan Kapet Batulicin di Kabupaten Tanahbumbu, pembangunan pelabuhan Jorong di Kabupaten Tanahlaut, dan pembangunan bendungan di Kabupaten Tapin. Selain itu, pembangunan jembatan penghubung Tanahbumbu-Kotabaru juga akan digenjot pelaksanannya.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor telah berkomitmen untuk menuntaskan realisasi pembangunan megaproyek tersebut karena secara langsung akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian daerah dan masyarakat. Dukungan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat sangat menentukan demi kelancaran program pembangunan. Mari terus berkarya sekecil apa pun di bidang masing-masing agar rentang waktu 2018 bertabur manfaat untuk Banua yang lebih maju dan sejahtera. (*)

Editor: BPost Online
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer