Kanal

Komponen Bangsa

KH Husin Naparin - dok BPost

OLeh : Kh Husin Naparin
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

SELASA, 8 April 2003 Kabupaten Balangan dan Kabupaten Tanahbumbu di Provinsi Kalimantan Selatan diresmikan berdirinya oleh Menteri Dalam Negeri RI atas nama Presiden Republik Indonesia di Lapangan Kodico (Sim Kodico) Batulicin, pukul 12.00 Wita.

Penuntutan Kabupaten Balangan dilontarkan sejak 1963 dan Kabupaten Tanahbumbu sejak 1958, dalam perputaran roda pemerintahan silih berganti tuntutan tersebut, akhirnya kesampaian juga.

Pada acara tersebut penulis (sebagai ulama) dipercayakan memimpin pembacaan doa. Ya semua didoakan, aku masih ingat; Menteri Dalam Negeri, Hari Sabarno yang mewakili presiden didoakan, bahkan Presiden RI, Megawati Soekarno Putri dan Wakil Presiden H Hamzah Haz didoakan, semoga dimudahkan memimpin bangsa.

Gubernur Kalsel, H Sjachriel Darham dan istri Hj Herlinawati yang keduanya pada bulan itu berulang tahun ke-58 dan ke-47, didoakan panjang umur; Ketua DPRD Kalsel H Mansyah ADD yang sakit didoakan semoga sehat; Penjabat Bupati Balangan H Muhammad Arsyad dan Penjabat Bupati Tanahbumbu, H Zairullah Azhar, beserta keluarganya masing-masing didoakan semoga selamat, bahkan seluruh pejabat dan rakyat kedua kabupaten tersebut didoakan semoga sejahtera lahir dan batin.

Ulama memang bagiannya memimpin doa dan berdoa; Sunat para ulama mendoakan para pemimpin dan penguasa, khusus di dalam khutbah Jumat, muncullah doa: allahumarsyud umaraa’ana wazu’ amaa-’aana waqudhaatanaa (At-Thariqat As-Sadidah, hal 331). Namun demikian, dalam membangun bangsa dan negara, mereka tidak hanya kebagian doa, tetapi ikut berperan dan dibawa berperan serta.

Ada dua ulama dan negarawan yang pemikiran keduanya sejalan, yaitu Muhammad Natsir dan Idham Khalid, bahwa “Membangun bangsa dan negara tidak hanya membangun fisik berupa gedung dan pabrik, toko dan pasar, jalan dan jembatan, kantor dan pemukiman, tetapi lebih dari itu membangun mental manusianya dan menata karakter bangsa itu. Jika tidak, pembangunan fisik yang telah dibangun berpuluh tahun, bisa ambruk hanya dalam waktu puluhan menit.”

Karenanya pembangunan mental harus didahulukan. Inilah yang diisyaratkan di dalam Lagu Kebangsaan Indonesia Raya “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.”Disinilah peran ulama, yaitu pembangun jiwa, karakter, mental atau akhlak.

Dari sini kita dapat memahami, mengapa Nabi SAW menyebutkan ulama lebih dahulu dari umara, hal ini bukan berarti beliau mengecilkan para umara, sabda Beliau: “Dua golongan di antara manusia, bila keduanya baik, maka baiklah umat manusia; bila keduanya rusak, maka rusak pulalah manusia yaitu ulama dan umara (HR Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas).

Karena itu, bangsa ini seyogianya tunduk kepada petuah ulama, taat kepada aturan pemerintah (selama aturan itu tidak membawa kepada kemaksiatan). Ketidaktundukan akan petuah ulama mengakibatkan kemerosotan moral dan kebobrokan akhlak; Ketidaktaatan akan aturan pemerintah mengakibatkan kesemrawutan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kehidupan dunia barulah akan terasa nyaman apabila ia dijadikan taman yang dihiasi dengan lima tanaman (komponen), yaitu, ilmunya para ulama dan cerdik cendekia; keadilan para pejabat dan penguasa, doa dan ibadahnya ahli ibadah, amanahnya para pedagang dan pemegang kendali ekonomi, dan disiplin dan dedikasinya para petugas, pekerja dan karyawan. (Atsar Sahabi).

Lewat kolom ini, penulis ingin menyampaikan “Ucapan Selamat” kepada Bupati/Pemerintah Daerah dan masyarakat kedua kabupaten ini, Balangan dan Tanahbumbu; penulis uzur hadir pada acara puncak peringatan hari jadi keduanya, 8 Maret 2018 lusa, karena kesehatan. (Alhamdulillah). (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer