Kanal

Owner Punya Cara Tersendiri Memasak Nasi Agar Cocok dengan Lidah Orang Banjar atau Jawa

bpost - BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nila Dabu-dabu adalah menu lainnya yang juga menggoda.

Dabu-dabu adalah sambal khas Sulawesi Utara.

Ciri khasnya adalah bahannya semuanya mentah, potongannya agak besar alias tak terlalu halus diulek dan untuk mematangkannya cukup disiram dengan minyak panas.

Nilanya dibumbui dulu sebelum digoreng agar cita rasanya sedap.

Baca: Gadis Belia Ini Tewas di Komplek ABRI, Ucapan Belasungkawa Membanjiri Laman Facebooknya

Sebelum disajikan di atasnya diberi sambal dabu-dabu.

“Agar lebih segar dan menggugah selera makan saya sertakan sambal dabu-dabu. Pedasnya berlevel, tinggal pilih,” bebernya.

Sambalnya diberi rempah bawang merah, bawang putih, tomat, dan irisan daun jeruk.

Baca: Berani Jelek-jelekan Vladimir Putin Lalu Sindir Fadli Zon, Ternyata Ini Pendidikan Tsamara Amany

Selain menggunakan sambal dabu-dabu, khusus masakan nila ini juga ada variasi sambal lainnya yaitu sambal kecap.

Nasi yang disediakan di rumah makan ini menggunakan beras Jawa yang pulen.

Baca: Jangan Salah Pakai! Inilah Ayat Penglaris Dagangan Cara Islam yang Jarang Diamalkan Pedagang

Namun karena sering tak cocok dengan lidah orang Banjar, sedangkan beras Banjar pun kerap tak cocok dengan lidah orang Jawa, akhirnya berasnya diberinya sedikit air saat dimasak.

“Supaya bisa masuk ke lidah orang Banjar dan Jawa,” katanya.

Editor: Edinayanti
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer