Kanal

Adi Tak Kapok Meski Sudah di Penjara Dua Kali, Ini Kejahatan yang Dilakukannya

Tersangka Adi - Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Seakan tak jera dengan kejahatan yang telah dilakukan, meskipun dua kali diganjar dengan hukuman penjara tampaknya tak menyurutkan nyali Muhammad Adi untuk kembali mencuri.

Adi warga Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah ini beraksi melakukan tindakan pencurian di desa Banyu tajun pangkalan Kecamatan Sungai pandan.

Tindakannya ini diketahui saat korban Ahmad Zaini warga Desa Teluk Betung Kecamatan Sungai pandan memasuki tokonya di desa banyu tajun pada Kamis (22/03/2018) dan melihat isi toko sudah berantakan.

Zaini yang saat itu datang bersama saudaranya Akhmad Hafizi Warga Desa Banyu Tajun Pangkalan Kecamatan Sungai Pandan langsung terkejut dan memeriksa barang barang yang ada di toko.

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Persija Jakarta vs Borneo FC, Dejan Siapkan Strategi Redam Marko Simic

Kanit Res Polsek Alabio Aiptu Marwan Susandy Ahmad mengatakan kedua korban memeriksa barangbyang hilang yaitu satu unit laptop merk Axioo Pico warna biru hitam, satu telepon genggam merek Samsung J1 dan uang tunai yang diperkirakan berjumlah Rp 4.200.000.

Kedua korban akhirnya melaporkan tindakan pencurian dan pemberatan tersebut ke Mapolsek Alabio. Anggota kepolisian langsung melakukan penyidikan setelah meminta kererangan dari korban.

Dan akhirnya pada Rabu (11/04/2018) anggota Polsek Alabio berhasil mengamankan tersangka Adi di Jalan Brigjen Hasan Baseri Desa Muara Tapus Kecamatan Amuntai Tengah.

Lelaki berusia 22 tahun ini memasuki toko korban dengan cara menjebol bagian atap dan plafon. Peralatan yang diperlukan tersangka sudah dipersiapkan sebelumnya. Dengan mencongkel atap seng dan menjebol plafon yang terbuat dari teriplek.

Sunggung disayangkan karena Adi merupakan residivis kambuhan yang sebelumnya juga telah melakukan tindakan yang sama. Pada tahun 2015 Adi melakukan tindakan pencurian dan telah menjalani hukuman selama lima bulan. Pada tahun 2016 tersangka kembali melakukan perbuatan tersebut dan menjalani hukuman selama tujuh bulan.

"Saat ini kami masih mendalami apakah tersangka memiliki jaringan penadah untuk barang barang yang berhasil dicurinya, serta apakah ada orang lain yang membantu aksinya tersebut," ujar Aiptu Marwan.

Dari keterangan tersangka uangnya digunakan untuk keseharian dan bersenang senang dengan teman temannya.

Kepada tersangka dikenakan dikenakan pasal 362 KUHP yaitu pencurian dengan pemberatan. Saat ini barang bukti yang masih tersisa adalah satu unit laptop merek Axioo Pico warna Biru hitam. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer