Kanal

Bakrie Telecom Digugat Pailit Oleh Perusahaan Fintech Asal Singapura

Ilustrasi - THINKSTOCK.COM

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Coda Payment Pte Ltd mengajukan permohonan pailit kepada PT Bakrie Telecom Tbk.

Permohonan ini terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 9/Pdt.Sus-Pailit/2018/PN Niaga Jkt.Pst pada 9 April 2018.

"Mengabulkan permohonan pailit untuk seluruhnya terhadap termohon pailit dan menyatakan termohon pailit berada dalam keadaan Pailit, dengan segala akibat hukumnya," tulis petitum Coda Payment yang dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dikutip Kontan.co.id Kamis (26/4/2018).

Selain memohonkan pailit, dalam petitumnya Coda Payment juga meminta agar majelis hakim menunjuk Bhoma Satriyo Anindito, Aditirta Parlindungan, dan Rahasuma Andy Permana sebagai tim kurator dalam proses kepailitan ini.

Baca: Heboh Foto Jadul Syahrini yang Diposting Komedian Beddu, Netizen Soroti Perubahan Hidungnya

Baca: Sambil Tempelkan Tangan ke Sini Syahrini, Hotman Paris Bilang Lelaki Normal Mana Mungkin Nolak

Sekadar informasi, Coda Payment merupakan perusahaan asal Singapura yang didirikan sejak 2011 dengan bisnis utama sebagai penyedia solusi pembayaran digital melalui gawai atau dikenal juga dengan istilah fnancial technology (fintech).

Misalnya pulsa ponsel, listrik, internet hingga voucher game. Salah satu produk Coda Payment yang cukup terkenal adalah PulsaQ.

Sementara kinerja Bakrie Telecom yang memiliki kode emiten BTEL ini memang anjlok pada 2017.

Dari laporan keuangan kuartal III-2017 yang dipublikasikan 19 Januari lalu, Bakrie Telecom membukukan rugi Rp 968,94 miliar.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Sumber: Kontan

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer