Kanal

Gila! Pegawai Facebook Pakai Kekuasaan untuk 'Membuntuti' Perempuan di Medsos

Facebook - thesun

BANJARMASINPOST.CO.ID - Facebook memecat seorang pegawai yang menyalahgunakan jabatannya untuk membuntuti (stalking) beberapa pengguna perempuan di jejaring sosial bernuansa biru.

Kasus ini diumbar ke khalayak, tetapi tak diungkap identitas pegawai tersebut.

Yang jelas, ia adalah teknisi keamanan (security engineer) di Facebook dengan kewenangan akses tertentu untuk stalking pengguna, jika diperlukan pada situasi penting dan mendesak.

Perbuatan nakalnya pertama kali terendus lewat kicauan seorang korban bernama Jackie Stokes, yang notabene adalah pendiri firma keamanan “Spyglass Security”.

Jackie Stokes menyebarkan obrolannya dengan pegawai Facebook itu ke akun Twitter personalnya.

Mulanya ia tak tahu bahwa sang pembuntut tak lain adalah pegawai Facebook.

Ia lalu mencari tahu informasi tentang sang pembuntut sedikit demi sedikit, sembari berkonsultasi ke pihak Facebook.

Belakangan diketahui bahwa dia bukan korban satu-satunya, melainkan ada beberapa pengguna perempuan lain yang bernasib sama.

Jackie Stokes mengaku mendapat bantuan dari beberapa pegawai Facebook untuk membongkar identitas sang pembuntut yang mengganggu kenyamanannya berjejaring online, sebagaimana dilaporkan TechTimes dan dihimpun KompasTekno, Kamis (3/5/2018).

Menanggapi hal ini, Chief Security Officer Facebook, Alex Atmos, sesumbar pihaknya memiliki kebijakan yang kuat untuk menjaga keamanan dan privasi data pengguna. Insiden ini pun terus diinvestigasi lebih dalam.

“Kami memiliki kebijakan kontrol dan pembatasan teknis yang tegas, jadi pegawai hanya bisa mengaksws data yang mereka butuhkan untuk pekerjaan mereka, misalnya memperbaiki bugs, merespons permintaan, atau mengatur masalah-masalah dari pengguna,” kata dia.

“Pegawai yang menyalahgunakan kontrol-kontrol itu akan dipecat,” ujarnya.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com

Pengakuan Wanita Penabrak Anggota Polisi usai Terobos Rombongan Presiden Jokowi

Berita Populer