Kanal

Polres HST Kembali Sita Tuak, Bahan Oplosan Untuk Mabuk

Tuak yang sudah dibungkus plastik sederhana, yang diduga telah dioplos bahan lain untuk mabuk-mabukan siap untuk dijual. Tuak tersebut disita dari Warga Muara Gambah Ilung Kecamatan Batangalai Utara, Sabtu malam. - ISTIMEWA

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah April lalu menyita 750 liter tuak, Polres Hulu Sungai Tengah kembali menyita 17 bungkus plastik diperkirakan berisi 17 liter minuman tradisional dari air nira yang diduga disalahgunakan masyarakat untuk bahan minuman mabuk-mabukan.

Penyitaan barang cair tersebut dilaksanakan Sabtu malam, (5/5/2018) saat razia bersama Satuan Sabhara, Polsek Batangalai Utara serta Satreskrim Polres HST.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Kasat Sabhara, Iptu Anton Silalahi, dikonfirmasi Minggu (6/5/2018) menjelaskan, 17 bungkus tuak tersebut disita, setelah pihaknya menggerebek rumah Ansyarullahj (40), warga Desa Muara Gambah, RT 02 RW 01 Kecamatan Batangalai Utara, HST.

Saat digerebek, yang bersangkutan tak ada di rumah. Namun, menurut keterangan anaknya, minuman tersebut, sengaja dibungkus untuk dijual eceran.

Baca: Link Live Streaming Trans7 MotoGP Jerez Spanyol 2018 - Siaran Langsung Trans 7 Malam Ini

"Namun, tuak itu tak diproduksi sendiri oleh Ansyarullah. Petani itu mengaku membelinya dari pihak lain tangan kedua. Kami masih selidiki pembuatnya,"kata Anton.

Disebutkan, tuak tersebut terbuat dari air nira, namun diduga sudah bercampur dengan bahan lain, karena warna aslinya sudah berubah.

"Karena itulah, patut dicurigai digunakan untuk tujuan mabuk, setelah dioplos dengan bahan lain seperti kayu raru dari sulawesi dan dicampur minuman energi,"jelas Anton.

Dampak miras oplosan, selain membahayakan kesehatan, kata Anton, juga sama dengan minuman memabukkan lainnya, dimana pengonsumsinya berpotensi melakukan tindak pidana, karena kehilangan akal sehat.

Oleh karena itu, Polres HST tetap memberantas peredaran minumal oplosan tersebut, sambil menyosialisasikan dampaknya kepada masyarakat, sekalipun itu masuk tindak pidana ringan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans7 MotoGP Spanyol 2018 di Sirkuit Jerez Hari Ini : Rossi Nyerah?

Namun dampaknya jika disalahgunakan bisa fatal."Barang bukti sudah diamankan di Polres HST, sedangkan pembuatnya masih kami selidiki,"katanya.

Selain tuak, dari hasil operasi rutin dengan sasaran desa Mandingin, Kapar, Timbuk Bahalang, Ilung, Maringgit dan Muararintis tersebut, tim gabungan juga menyita sebilah senjatan tajam yang disembunyikan di bawah meja warung.

Kapolres mengatakan, selain dalam rangka menyambut Ramadan, kegiatan operasi rutin itu juga untuk memberantas penyakit masyarakat, yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Sumber: Banjarmasin Post

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer