Kanal

PDAM Hapuskan Minimal Pemakaian, Pelanggan Bayar Sesuai Pemakaian

Bupati HSU Abdul Wahid melakukan sidak Sungai Begara, yang merupakan sumber air baku PDAM Amuntai, HSU beberapa waktu lalu. - banjarmasinpost.co.id

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amuntai telah memberlakukan peraturan baru yaitu dengan menghapus batas penggunaan pemakaian.

Dimana sebelumnya pemakaian minimal yaitu 10 kubik berbulan. Sehingga pelanggan yang menggunakan air dibawah 10 kubik tetap membayar pemakaian 10 kubik. Namun hal ini tak lagi berlaku sejak pemakaian April 2018 dan pembayaran Mei 2018.

PDAM Amuntai memberlakukan pembayaran disesuaikan dengan pemakaian pelanggan. Plt Direktur PDAM Masrani mengatakan pihaknya mengambil keputusan ini dan telah melakukan diskusi dengan Anggota DPRD. Anggota DPRD juga menyambut baik karena jelas akan menguntungkan bagi para masyarakat yang penggunaannya dibawah 10 kubik.

Baca: Polres HST Shalat Gaib, Doakan Anggota Densus 88 yang Gugur Saat Rusuh di Rutan Mako Brimob

"Sejak pembayaran bulan Mei akan disesuaikan dengan jumlah pemakaian, rumah yang kosong atau memang pemakaiannya sedikit menjadi tidak terbebani," ungkapnya.

Pembayaran yang tidak sesuai dengan penggunaan juga terasa tak adil bagi para pelanggan yang hanya penggunaan sedikit. "Pemakaian lima kubik tidak lagi membayar 10 kubik, dan kami juga telah melakukan perhitungan untuk memenuhi penggunaan biaya produksi.

Dan untuk meningkatkan pendapatan PDAM meningkatkan biaya beban dari 10.000 menjadi 15.000. Kenaikan ini dinilai tidak terlalu memberatkan pelanggan dan merata diberlakukan untuk seluruh pelanggan yaitu kenaikan beban Rp 5000.

Baca: Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 2018 pada 15 Mei, Ada Kemungkinan Awal Puasa Sama

Terpisah Rian warga Desa Palampitan Hilir mengatakan setiap bulan dirinya menggunakan PDAM diatas 10 kubik. "Hari ini membayar Rp 63.400 untuk penggunaan 11 kubik, saya sering keluar kota dalam waktu cukup lama dan tidak menggunakan air namun membayarnya tetap tak beda jauh, dengan adanya keputuanbini diharapkan saat rumah kosong membayarnya juga akan lebih murah," ujarnya.

Untuk kenaikan beban Rian tidak mempermasalahkan karena dirasa masih wajar dan mampu untuk membayar. (banjarmasinpost.co.id/Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer