Kanal

Lapar dan Haus saat Puasa Ramadhan, Tak Menghalangi Perempuan Cantik Ini Gowes

Ucha dan teman-temannya. - Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bulan Ramadan tidak menjadi halangan bagi para pegowes untuk tetap melakukan aktivitasnya.

Mesti tetap turun ke jalan namun porsi bersepeda dikurangi menyesuaikan dengan kemampuan.

Itu pula yang dilakukan Ucha Heriyanti yang tetap rajin bersepeda meski dalam posisi berpuasa.

"Gowes tetap jangan ada alasan karena berpuasa kita setop, saya tetap gowes juga bersama teman teman lainnya," kata ketua Komunitas GAAC atau Galuh Asam Asam Cycling ini.

Baca: Muhammad Choir, Mas Ganteng Terduga Teroris yang Ditangkap Itu Bikin Banyak Wanita Terkejut

Namun ujar Ucha gowesnya yang mereka lakukan berbeda dibanding hari biasanya. Jika hari hari biasa dilakukan setiap sore nah saat Ramadan ini dilakukan pada pagi hari usai salat subuh.

"Jadi sahur dulu di rumah masing masing setelah salat subuh baru berangkat bersama sama," kata Ucha.

Puasa pertama Ramadan tahun ini gowes perdana sukses Ucha dan kawan kawan lakukan dengan keliling keliling komplek bersama komunitasnya.

"Kamis pagi saat puasa pertama kemarin sudah sukses kami lakukan sayang Jumat pagi tadi (kemarin) kami tidak bisa gowes kerena hujan," lanjut dia tertawa.

Baca: Kabar Gembira Bagi PNS, THR Akan Lebih Besar, Gaji ke 13 Siap Dibagikan

Icha menambahkan dalam gowes selama puasa ini para komunitasnya tetap aktif ikut sama seperti hari biasanya.

Mengenai rute, Ucha mengaku biasanya memilih jalan aspal saja yang santai dengan jarak 5-10 kilometer saja.

"Kalau hari biasa kita kadang off-road ke gunung nah ini cukup di aspal saja, rute pendek," ujar dia.

Soal tips bersepeda saat berpuasa, Icha menjelaskan gowes saat puasa itu harus santai saja jangan memforsir tenaga.Biasanya kalau gowes akan tergoda saat ada tanjakan yang menantang untuk ditaklukkan.

"Tapi kalau puasa santai saja lah jangan cari yang banyak tanjakan soalnya akan banyak menguras tenaga," lanjut dia.

Lalu kata Ucha,pilih juga waktu gowes yang agak longgar. Untuk mengakomodasi waktu yang molor karena gowes santai, alokasikan waktu yang lebih lama untuk kegiatan sepeda kita.

"Bagusnya lagi saja soalnya setelah salat subuh itu banyak waktu dan cuacaya juga sangat mendukung," kata dia.

Pilih rute yang pendek pendek saja dibanding hari biasanya. Jika hari biasa menghabiskan waktu 2-3 jam gowes nah saat Ramadan lebih baik antara 1-1,5 jam saja.

"Kalau dijalan ketika sangat lelah lebih baik beristirahat saja jangan dipaksakan, setelah dirasa sudah fit baru kembali gowes," kata dia.

Kemudian lanjut Ucha sebaiknya dalam memilih menu bersahur caribyang banyak protein dan gizinya sehingga saat gowes semua kebutuhan itu akan mencukupi.

Beranggotakan 32 orang, komunitas GAAC dari Asam asam ini semua anggota pesepedanya perempuan yang hobi berkumpul dan gowes bersama.

Komunitas sini beralamat di Desa Sungai Baru Simpang Empat Asam Asam Jorong, Tanah Laut. Anggotanya terdiri dari berbagai kalangan mulai dari jbu rumah tangga, pedagang, guru, pelajar dan karyawati.

Selain itu GAAC juga rutin ikut even beberapa daerah Walau pun tidak semua anggota GAAC bisa mengikuti even tersebut.

"Tapi Alhamdulillah beberapa orang bisa mewakili even tersebut. Sudah puluhan even yang kami ikuti bermacam macam jalur sudah kami rasakan. Mulai dari yang berlumpur sampai tanjakan dari menyeberangi sungai sampai turun tajam," jelas dia.(arl)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Suami Tewas Kecelakaan Bersama Pemandu Lagu, Istri Sempat Kecewa: Biar Selingkuh Asal Tak Mati

Berita Populer