Kanal

Tangis Rasulku

KH Husin Naparin - banjarmasinpost.co.id/rahmadhani

Oleh: KH HUSIN NAPARIN, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalsel

TANGIS adalah ungkapan perasaan sedih (kecewa, menyesal dan sebagainya), mencucurkan air mata dan mengeluarkan suara (tersedu-sedu, menjerit-jerit dan sebagainya). Ada juga tangis karena sayang, takut, marah bahkan tangis karena gembira dan ada tangis pura-pura.

Pada suatu hari Rasulullah SAW membaca Alquran tentang Nabi Ibrahim AS,”Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia ... (QS Ibrahim 36); dan perkataan Nabi Isa AS, “... dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana” (QS Al-Maidah 118).

Sesudah itu, beliau berdoa mengangkat tangan sambil berurai air mata, “Ya Allah, umatku, umatku.” Allah-pun menyuruh Jibril AS menemui Nabi SAW, menanyakan apakah gerangan yang ditangiskan. Mendengar laporan Jibril (kendati Allah Maha Tahu), Dia perintahkan lagi Jibril untuk menyampaikan kepada Nabi SAW bahwa “Dia (Allah) dengan sebab Nabi Muhammad akan meridhai umatnya dan tidak akan memperlakukan jelek terhadap mereka. (HR.Muslim).

Jiwa Nabi Muhammad SAW telah terancam. Abu Thalib (paman yang melindunginya) menasihati agar berhati-hati, kalau-kalau terjadi apa-apa. “Anakku, jangan kamu pikulkan kepadaku apa yang aku tidak mampu memikulnya,” katanya. Nabi SAW paham bahwa pamannya sudah sakit-sakitan. Namun dengan tegas beliau berkata, “Ayah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku berhenti menyiarkan Islam, aku tidak berhenti sampai Allah perlihatkan kemenangan atau aku tewas karenanya,” kemudian beliau menangis. Abu Thalib berkata, “Kalau begitu teruskan anakku, aku tidak akan membiarkanmu.” (HR.Ibnu Quddamah dan lain-lain).

Ibnu Mas’ud RA diminta Nabi SAW membaca Alquran, iapun bertanya, ”Aku membaca Alquran untukmu wahai Rasul, bukankah ia diturunkan kepadamu.” Beliau menjawab “Aku suka mendengar bacaan Alquran dari orang lain,” Ibnu Mas’ud RA pun membaca surah An-Nisa sampai ayat 41, yang artinya,” Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” Beliau pun menangis. (HR.Muslim). Abdullah bin Syukhair RA berkata, aku menemui Rasulullah SAW sewaktu beliau sedang salat, dari mulut beliau terdengar suara tangisan seperti bunyi air mendidih di periuk (terisak-isak) (HR.Nasa’i).

Suatu suatu hari, Nabi SAW berjalan bersama para sahabat dan menyaksikan satu jemaah yang sedang menggali lubang kubur. Beliau berlutut di sisi lubang kubur sambil berurai air mata sampai tanah menjadi basah, seraya berkata, “Wahai saudaraku, lihat semua ini, siapkan diri kalian menghadapinya.” (HR Ahmad).
Nabi SAW juga menangis ketika menziarahi kubur ibunya, orang-orang yang bersama beliau juga ikut menangis. Beliau berkata, “Aku memohonkan ampun untuk ibuku, tetapi Allah tidak mengizinkan aku, Dia hanya mengizinkan aku untuk ziarah ke kuburnya. Maka ziarahilah kubur untuk mengingatkan kematian.” (HR Muslim).

Semua putra-putri Nabi SAW meninggal semasa beliau masih hidup kecuali Fatimah. Beliau menangis karena kematian mereka itu, lebih-lebih ketika wafatnya Ibrahim yang masih kecil. Abdurrahman bin Auf bertanya, “Kau menangis juga wahai Rasul?” Beliau menjawab, “Wahai Abdurrahman, mata menangis, hati bersedih, namun yang kita katakan hanyalah yang diridhai Allah.”

Lalu beliau berkata lagi, “Wahai Ibrahim, berpisahnya kami denganmu sungguh membawa duka yang dalam.”(HR Bukhari). Beliau melarang menangisi mayat berlebihan, seperti berteriak, merobek pakaian, memukul-mukul badan dengan berguling-guling.

Demikianlah, Nabi SAW menangisi Islam dan umatnya, menangis karena kematian dan mengingat akhirat, tetapi tidak berlebihan dan tidak keluar dari rel dzikrullah. (*)

Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post Edisi Cetak

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer