Kanal

Dinas Perkim dan LH Cari Pengumpul Limbah Kaca, Masih Belum Miliki Pembuangan limbah B3

Pengrajin lemari kaca di Amuntai - banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terkenal dengan kerajinan lemarinya, baik dari kayu ataupun aluminum dan kaca. Di Kecamatan Amuntai Tengah dan Amuntai Selatan paling banyak pengrajin. Hasil kerajinan mereka bahkan sudah dijual hingga ke berbagai daerah.

Namun sayangnya para pengrajin ini masih membuang limbah kaca sisa penggunaan di bawah rumah mereka. Rumah panggung memang menyisakan tanah yang bisa digunakan untuk membuang limbah kaca. Tapi jelas akan merusak lingkungan dan membahayakan warga sekitar.

Selain itu limbah kaca juga dibuang di pinggir jalan, meskipun lahan tersebut adalah milik pribadi namun jelas tidak baik untuk lingkungan. Pasalnya untuk membuang limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) perlu memiliki izin. Limbah kaca termasuk kedalam kategori Limbah B3.

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP) 3 MotoGP Italia 2018 di Sirkuit Mugello : Marquez - Rossi Melesat

Baca: Live Indosiar! LINK LIVE STREAMING Sriwijaya FC vs Persela Lamongan di Indosiar Vidio.com Malam Ini

Namun saat ini Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kabupaten HSU tengah mencari pengumpul yang dapat membeli sisa limbah kaca milik para pengrajin.

Sisa limbah kaca sebenarnya bisa dimanfaatkan kembali dengan cara dilebur dan dibentuk kembali menjadi berbagai kerajinan atau hiasan. Namun sayangnya usaha tersebut belum ada di HSU dan hasil olahan limbah kaca pun belum familiar di masyarakat.

Kepala Bidang Kebersihan Najeriansyah mengatakan untuk limbah B3 dari kesehatan sudah bisa diatasi melalui incenerator milik RSUD pembbalah Batung. Sedangkan untuk limbah kaca memang belum memiliki lahan khusus untuk pembuangannya.

"Kami berupaya mencarikan pengumpul yang bisa membeli limbah kaca dan dijual ke daerah lain yang memang mengolah kembali limbah kaca," ungkapnya.

Bahkan berharap melalui program UKM ini diharapkan ada warga HSU yang bisa memanfaatkan peluang usaha ini.

Baca: Prediksi Skor Sriwijaya FC vs Persela Lamongan Pekan 12 Liga 1 Live Indosiar Malam Ini

Wardi warga Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah mengatakan limbah kaca biasanya memang dibuang di lahan kosong milik pribadi pebgusaha mebel. Karena memang tidak ada tempat khusus untuk membuang limbah kaca tersebut.

Karena membuangnya di lahan pribadi maka warga sekitar juga tidak keberatan. "Kadang limbah kaca memang sengaja dibuang di lahan kosong sekaligus untuk pengurukan," ungkapnya.

Untuk sampah aluminium sendiri tidak dibuang karena masih ada yang mau membeli dengan harga Rp 10.000 perkilonya. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Banjarmasin Post

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer