Kanal

Cara Membayar Fidyah Utang Puasa Ramadhan, Niatnya dalam Bahasa Arab dan Indonesia

uang rupiah - tribunnews.com

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan puasa Ramadhan telah berlalu.

Setelah pelaksanaan Idul Fitri, kini saatnya membayar utang puasa Ramadhan bagi mereka memiliki utang puasa.

Dalam Islam, cara membayarnya ada dua, yaitu diganti dengan berpuasa juga dan membayar fidyah.
Kita bisa memilih salah satunya.

Bagi yang tak mampu membayarnya dengan berpuasa, bisa dengan membayar fidyah menggunakan harta atau makanan diberikan ke kaum duafa.

Baca: Shaheer Sheikh Lebaran Idul Fitri Bareng Keluarganya di India, Kuliner Ini Disajikan Tiap Lebaran

Alquran sudah mengatur bagaimana cara pembayaran fidyah seperti berapa takarannya.

Dikutip dari Tribun Jabar, ada yang mengatakan boleh dibayar sesuai harga nominal makan kita untuk satu porsi dikalikan jumlah puasa yang harus diganti, ada pula yang menyarankan dengan memberi makan orang miskin sebanyak 1 mud (1,25 kilogram cerealia, seperti gandum, beras dan lainnya, red.).

Baca: Ikut Berhari Raya Idul Fitri 2018, Haruka Nakagawa Eks Anggota JKT48 Cantik Tampil Berhijab

Lantas bagaimana kaidah fiqih mengatur pembayaran fidyah yang sesuai dengan perintah Allah dan seperti yang diteladankan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam? Seperti yang dikutip dari arrahmah.com lewat penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat Lc, dalam Rumah Fiqih Indonesia, belum lama ini.

Membayar fidyah memang ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa.

Setiap satu hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin.

Sedangkan teknis pelaksanaannya, apakah mau per hari atau mau sekaligus sebulan, kembali kepada masing-masing orangnya maunya atau enaknya seperti apa.

Halaman
1234
Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Video Kronologi Karyawan Rumah Makan Dilempar Gelas oleh Pelanggan karena Lama Nunggu Pesanan

Berita Populer