Kanal

Mau ke Rumah Acil, Remaja Putri Ini Diperkosa di Rumah Kosong di Danau Panggang

tersangka FA (26) warga Desa Paluhakan dan barang bukti. - Istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Perempuan muda berinisial SA warga Desa Palukahan Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) akhirnya ditemukan di sebuah rumah kosong yang masih berada di desa yang sama dengan rumahnya.

Korban ditemukan anggota keluarga yang melakukan pencarian selama beberapa jam dan ditemukan di rumah kosong dengan keadaan dikunci dari luar.

Diketahui sebelumnya pada Jumat (15/5/2018) sekitar pukul 16.00 Wita korban SA pamit kepada ayahnya Riduan untuk pergi ke rumah acil (tante) nya di Desa Danau Panggang.

Baca: Live Trans TV dan Trans7! Ini Cara Nonton Live Streaming Piala Dunia 2018 Lewat HP

Kemudian karena korban sampai malam belum pulang maka dicari oleh Riduan ke rumah acilnya di Desa Danau Panggang namun ternyata korban tidak ada.

Riduan meminta tolong kepada Saipudin, Amin Sadad, dan Khairansyah yang masih ada hubungan keluarga untuk mencari korban karena korban dicurigai berpacaran dengan lelaki berinisial FA (26) warga Desa Paluhakan.

Baca: Mi Instan, Telur Asin Plus Teh Dibandrol Rp 75 Ribu, Tapi Pengunjung Nggak Kapok! ‎

Sekitar pukul 24.00 wita korban SA ditemukan para saksi di dalam sebuah rumah kosong yang terkunci dari luar seorang diri dan kemudian korban dibawa pulang ke rumah korban.

"Setelah ditanya orangtuanya korban mengaku baru saja disetubuhi oleh FA dengan cara dipaksa di rumah kosong tersebut, atas perbuatan FA orang tua korban yang merasa korban masih di bawah umur tidak terima dan melaporkan kejadian ke Polsek Danau Panggang," ujar Kapolsek Danau Panggang Ipda Siswadi.

Baca: Head to Head & Prediksi Skor Prancis vs Peru Grup C Piala Dunia 2018 Live Trans TV, Pogba Main

Dari laporan tersebut anggota Polsek Danau Panggang langsung melakukan pencarian terhadap FA, dan pada Rabu (20/06/2018) dilakukan penangkapan oleh Unit Reskrim Polsek Danau Panggang terhadap FA di Jalan Desa Palukahan.

Dalam kasus ini diamankan satu lembar jaket warna hitam lengan panjang Rip Curl, satu lembar baju wanita warna merah, satu lembar celana panjang jeans wanita warn hitam merk Egoist, satu lembar celana dalam wanita warna putih, satu buah BH warna biru putih.

Kasus ini masuk dalam tindakan persetubuhan dengan anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 81 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan AnakTindak.

Dimana pidana setiap orang yang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain atau setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

"Kami masih melakukan pengembangan mengenai kronologi hingga pelecehan seksual tersebut bisa terjadi," ungkapnya. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Sumber: Banjarmasin Post

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer