Kanal

Beralasan Tak Punya Kerjaan, Kakek Ini Berbisnis Zenith dan Pasang Judi Online

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, saat press Confrence di Aula Mapolres Kamis (28/6/2018) - Banjarmasinpost.co.id/Hanani

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Selain menangkap tersangka kasus judi togel Online Abdul Wahab (44), Satreskrim Polres Hulu Sungai Tengah juga berhasil membekuk M Effendi (59), warga Jalan Brigjen H Hasan Basry Barabai.

Kakek dua cucu tersebut tertangkap mengedarkan obat Zenith/carnophen, yang saat ini peredarannya sudah berkurang menyusul keputusan Kemenkes RI yang memasukkan obat jenis tersebut dalam golongan penyalahgunaan narkoba.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, saat press Confrence di Aula Mapolres Kamis (28/6/2018) menjelaskan, tersangka ditangkap Rabu, 27 Juni 2018 pukul14.00 WITA, di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kelurahan Barabai Barat, Kecamatan Barabai, tepatnya di tempat cucian mobil Garagai.

Baca: Live Trans TV! Live Streaming Jepang vs Polandia di Piala Dunia 2018 Bisa Ditonton dengan Cara Ini

Adapun barang Bukti berupa 31 butir carnophen, dompet serta uang tunai Rp Rp 300 ribu.

"Sebelum tertangkap, anggota Unit Resmob Satreskrim mendapat informasi warga ada orang berjualan carnophen dan saat periksa tersangka sedang menjual obat tersebut, dan anggota kami menemukan 31 butir obat yang disimpan di bawah meja warung yang dijaga tersangka. Kami juga menyita uang Rp 300 ribu yang diduga hasil penjualan obat tersebut. Tersangka dan barang bukti langsung dibawa ke Mapolres,"kata Sabana.

Hasil pemeriksaan, ternyata kata Kapolres tersangka juga bermain judi online dengan cara memasang angka togel melalui Abdul Wahab, warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Benwa Tengah yang memiliki akun di website judi online.

Baca: Live Trans7! Live Streaming Senegal vs Kolombia di Piala Dunia 2018 Bisa Ditonton dengan Cara Ini

Tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 UU RI tentang kesehatan, Nomor 35 tahun 2009, atau pasal 197 ;onto 196 UU Nomor 36 tahuj 2009 tentang Narkotika.

M Effendi, ayah tiga anak, yang mengaku pernah bekerja sebagai sopir angkutan umum jurusan Barabai- Kaltim tersebut mengatakan baru tiga kali menjual obat tersebut.

"Jualannya setelah lebaran, belinya dari seseorang dengan harga per kotak isi 10 keping (100 biji) Rp 850 ribu. Saya jual Rp 10 ribu berbiji, atau 100 ribu perkening,"katanya.

Effendi mengaku terpaksa berjualan obat tersebut karena tidak punya pekerjaan lagi untuk menghidupi keluarganya.

Namun, dengan dalih atau alasan apapun perbuatan menjual atau mengedarkan obat yang izin edarnya telah ditarik Kemenkes karena sering disalahgunakan tersebut, tetap dijerat pidana sehingga Polres HST pun menangkapnya dan melakukan proses hukum. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Sumber: Banjarmasin Post

Video Mesumnya Diputar di Kelas dan Tersebar, Siswi Berprestasi di Karawang Terpaksa Pindah Sekolah

Berita Populer